Kemudian di urutan kedua, Tri melanjutkan, berdasarkan hasil survei ditempati oleh kategori “MOTOR” dengan total index mencapai 11,87% dan 737.300 pemberitaan yang terdiri dari 99,14% berita positif dan 0,86% berita negatif. Sementara di sosial media, kategori ini memiliki 1.323.907 pengikut di Instagram. Lalu di peringkat ketiga ada kategori “BANK” yang sukses dengan torehan total index mencapai 7,13% dan 389.510 pemberitaan.
“Sementara di urutan keempat dan kelima berhasil ditempati oleh kategori ‘SMARTPHONE’ dan ‘ONLINE TRANSPORTATION’ dengan total index masing-masing 6,05% dan 3,57%. Sementara pemberitaan dalam setahun terakhir untuk masing-masing kategori ini adalah 236.110 dan 192.400 pemberitaan. Kedua kategori ini berhasil menorehkan 100% berita positif berdasarkan pencarian pada di lima halaman search engine,” paparnya.
Melihat hasil tersebut, boleh dibilang perusahaan-perusahaan yang mengacu pada kategori tersebut telah mampu memanfaatkan secara maksimal peran Digital PR-nya dalam membangun kepercayaan konsumen untuk dapat terus memacu pertumbuhan perusahaan di tengah era digitalisasi saat ini.
Penghargaan Top Digital Public Relations Award 2020
Untuk mengukur efektivitas Public Relations (PR) di era digital, media INFOBRAND.ID dan TRAS N CO Indonesia untuk ketiga kalinya kembali menyelenggarakan malam penghargaan Indonesia Top Digital Public Relations Award 2020 di Hotel Shangri-La, Jakarta pada Jumat (28/2).
Indonesia Top Digital Public Relations Award 2020 adalah sebuah penghargaan yang didedikasikan khusus untuk perusahaan-perusahaan yang berhasil memanfaatkan Digital Public Relations dalam membangun komunikasi, menjalin engagement, dan membangun reputasi brand atau perusahaan di ranah digital.
Berbeda dari tahun sebelumnya, penghargaan Top Digital Public Relations Award kali ini turut menghadirkan perusahaan publik yang telah berhasil mambangun komunikasi, corporate awareness dan reputasi perusahaan dimata publik.
Selain itu, penghargaan Indonesia Top Digital Public Relations Award 2020 juga dikemas dengan acara seminar bertajuk “Public Relation in The Era of Artificial Intelligence” yang disampaikan langsung oleh Dr. N. Nurlaela Arief, MBA selaku Director of Communication and Alumni Relations School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menurutnya, dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, tentunya beberapa aktivitas Public Relations akan terancam oleh kehadiran Artificial Intelligence. Oleh karena itu, praktisi Public Relations harus memiliki kemampuan-kemampuan khusus sehingga dapat mengetahui sekaligus memprediksi sebuah peristiwa yang akan terjadi ke depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
Terkini
-
Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Pembuktian
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar Indonesia
-
Jelang Pementasan Perdana, Jersey Boys the Musical Siap Hidupkan Era Frankie Valli di Jakarta
-
Ketika Cinta Menjelma Jadi Dendam Mematikan: 'Badut Gendong' Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!