Matamata.com - Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, LIDA digelar tanpa penonton. Mengenai hal tersebut, Lesty Kejora yang menjadi salah satu juri ikut memberikan komentarnya.
Menurut Lesty, hal tersebut tak masalah. Acara tersebut tetap berjalan dengan seru.
"Emosinya pasti beda, cuma memposisikanya jadi sama kayak audisi," ucap Lesty saat dihubungi awak media Selasa (24/3/2020).
"Tapi tetap seru biar nggak ada penonton, serunya sama. Dibawa enjoy aja," katanya.
Lesty melihat para peserta LIDA 2020 mengalihkan interaksi mereka ke arah kamera. Sebab tak ada penonton yang bisa diajak berinteraksi.
"Interaksinya diproyeksikan ke kamera, jadi kita heboh dan ramai menyapa penonton yang di rumah aja. Memposisikannya kayak audisi, kan nggak ada penonton tuh," ujarnya.
Di dalam studio hanya terdapat host, peserta, juri dan tim produksi LIDA 2020.
Berita Terkait
-
Jual Mobil Pertama, Rizky Billar Bantu Warga Palestina
-
Lesti Kejora Digendong Ayahnya usai Menang Badminton, Digunjing Tak Pantas: Suaminya Malu Sendiri
-
Lirik Lagu Pangeran Dunia - Rara LIDA
-
10 Potret dan Kabar Terbaru Faul LIDA, Pedangdut yang Kejar Gelar Doktor
-
Deretan Aksi Unik Rizky Billar di Tanah Suci, Banjir Cibiran
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya