Matamata.com - Nama Selebgram Sarah Salsabila atau Sarah Keihl kini tengah menjadi sorotan. Hal ini bermula dari videonya yang mengaku akan melelang keperawanannya Rp 2 M untuk donasi virus corona (Covid-19).
Karena pengakuannya itu Sarah Salsabila menjadi bulan-bulanan netizen. Pernyataannya menuai pro dan kontra.
Berikut ini Matamata.com rangkum 5 fakta Sarah Salsabila, selebgram viral yang lelang keperawanan Rp 2 M untuk donasi virus corona.
1. Lelang keperawanan Rp 2 M
Sarah Salsabila mengaku melakukan lelang keperawanan karena ia khawatir dengan pandemi virus corona yang sudah berlangsung selama dua bulan di Tanah Air.
"Keputusan yang cukup berat dalam hidupku, mungkin sebagian dari kalian teman temanku memahami ini. Tapi aku sudah memutuskan dengan bulat untuk mengalang dana, semoga kalian bisa ambil positifnya. Start 2000.000.000. Start bid 21.00 (20 Mei 2020)," bunyi caption yang ditulis Sarah Salsabila di Instagram.
Sarah Salsabila mengakui, uang hasil lelang tersebut seratus persen akan disumbangkan kepada pejuang virus corona atau Covid-19.
2. Hapus Video
Tak berselang lama, Sarah Salsabila kemudian menghapus video tersebut dan mengucapkan permintaan maafnya. Ia mengaku bahwa tujuannya membuat video tersebut hanya untuk sarkas terhadap warga yang masih nongkrong di tengah pandemi virus corona.
''Hallo temen-temen maaf udah buat kegaduhan, sebenernya lelang keperawanan itu bentuk sindiran aku terhadap masyarakat yang nggak peka sama situasi kayak gini, masih nongkrong dll, aku tujuannya sarkasme/bercanda, ada sebagian orang yang bertaruh hal yang paling penting di hidup mereka. Tapi ternyata sarkas yang aku bikin keterlaluan dan aku memohon maaf sebesar-besarnya, aku nggak bermaksud lelang keperawanan,'' ujar Sarah Salsabila.
3. Banjir hate speech
Sarah Salsabila mengaku banyak mendapatkan hate speech karena mengungah video lelang keperawanan Rp 2 M untuk donasi Covid-19. Bahkan ia sampai tak bisa tidur karena hal itu.
''Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya menerima konsekuensi sanksi sosial yang kalian berikan, tetapi saya juga manusia saya kaget menerima hate speech yang dilontarkan ke saya, saya malam ini gak bisa tidur,'' ungkap Sarah Salsabila.
4. Di-bully
Sarah Salsabila mengaku mendapatkan bully imbas mengunggah video lelang keperawanan Rp 2 M. Tak hanya dirinya, keluarganya juga ikut terkena bully karena ulahnya itu.
''Keluarga saya pun kaget dengan sarkasme yang saya buat dan respon orang-orang yang bully saya dan keluarga saya,'' pungkas Sarah Salsabila.
5. Bagikan 1000 sembako
Untuk menebus kesalahannya, Sarah Salsabila akan membagikan 1000 sembako dari uang pribadinya. Ia menegaskan bahwa uangnya halal dan tidak pernah menjual diri.
''Untuk menebus kesalahan saya, saya akan memberikan 1000 sembako dari uang saya pribadi, dan uang itu HALAL, saya tidak pernah menjual diri & harga diri saya,'' tutupnya.
Berita Terkait
-
Mantan Pacar Sebut Mahdy Reza Kena Karma, Sok Tersakiti Sarah Keihl Padahal Dzalim
-
Sarah Keihl Cerita Malam Pertama Usai Menikahi Bule Jerman yang Suka Ketoprak
-
Aib Mahdy Reza Dispill Balik Selebram Diduga Mantan Pacarnya, Singgung Hubungan Terlarang Sarah Keihl
-
Ngaku Bantu Persiapan Nikah, Mahdy Reza Dianggap Cemarkan Nama Baik hingga Disomasi Sarah Keihl
-
Serasi Hadiri Pernikahan Sarah Keihl, Aaliyah Massaid Sengaja Tak Pakai Sepatu Hak Tinggi Demi Thariq Halilintar?
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya