Matamata.com - Pasca beredar kabar dirinya yang pindah agama ke Kristen baru-baru ini, Dena Rachman jadi perbincangan hangat. Yup, Dena Rachman dikabarkan berpindah keyakinan.
Sebelumnya, Dena Rachman sempat membuat heboh media sosial karena dirinya yang transgender. Keputusan pemilik nama lengkap Renaldy Denada Rachman ini pun menuai pro dan kontra di kalangan publik.
Selain kabar bahwa dirinya adalah transgender dan berpindah agama, terdapat beberapa fakta Dena Rachman lainnya. Berikut ini MataMata.com rangkum 5 fakta Dena Rachman yang harus kamu ketahui.
1. Mantan Artis Cilik
Dena Rachman memulai kariernya pada 1990-an sebagai artis cilik dengan membintangi sejumlah sinetron. Mahabrata, Jin dan Jun, Walisongo, Karmapala, dan Misteri Gunung Merapi adalah beberapa sinetron yang pernah ia bintangi
Selain menggeluti bidang akting, Dena kecil juga aktif di bidang tarik suara. Adapun lagu Dena yang cukup populer di tahun 1990-an adalah Ole-ole serta Rukun dan Damai.
2. Riwayat Pendidikan Dena Rachman
Walaupun telah menggeluti dunia hiburan Tanah Air sejak usia belia, Dena terlihat tak mengabaikan pendidikan formalnya. Setelah tamat dari SMAN 6 Jakarta pada 2005, Dena kemudian melanjutkan studi di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia.
Tidak sampai disitu saja, ia melanjutkan studi masternya dengan mengambil jurusan Desain, Mode, dan Barang Mewah di Universitas Bologna, Italia.
3. Seorang Transgender
Nama Dena Rachman mulai menjadi perbincangan di Internet dan dunia hiburan Tanah Air ketika ia diketahui sebagai seorang wanita transgender tahun 2013 lalu. Dena dulu selalu tampil maskulin di kesehariannya. Tetapi, sekarang ia lebih nyaman tampil feminim setiap harinya. Bahkan, ia kini terlihat makin cantik mempesona.
Pada tahun 2015, Dena Rachman pernah menceritakan bahwa dirinya pernah melakukan operasi payudara di luar negeri yaitu di Korea. Dena bahkan di-endorse oleh salah satu rumah sakit di Korea sehingga ia sama sekali tidak mengeluarkan biaya operasi.
Belum lama ini Dena Rachman kembali ramai diperbincang publik karena ia memilih pindah keyakinan dengan memeluk agama Kristen. Hal tersebut mengagetkan banyak pihak, terutama keluarganya. Apalagi mayoritas keluarga keluar Dena beragama Islam.
Keluarga Dena sebenarnya kurang menerima tindakan Dena untuk berpindah agama. Namun, Dena sebenarnya tidak percaya dengan adanya Tuhan sebelum dia memilih untuk memeluk Agama Kristen
5. Dikabarkan akan Menikah dengan Bule
Kabarnya, Dena Rachman berpindah keyakinan karena ia akan dinikahi oleh Bule. Dena dengan tegas menampik hal tersebut dan mengaku bahwa keputusannya untuk berpindah agama adalah karena pengaruh lingkungan dan pengalaman hidupnya.
Namun, perihal kabar Dena akan dilamar seorang Bule hingga kini belum ada konfirmasi dari Dena sendiri. Itu dia 5 fakta Dena Rachman pindah agama. [Theresia Simbolon]
Berita Terkait
-
Ambil Bidang Studi Gender, Ini 10 Potret Dena Rachman Wisuda S2 di Inggris
-
10 Potret Terkini Dena Rachman, Makin Terlihat seperti ABG di Usia 35 Tahun
-
10 Potret Dena Rachman Bersama Keluarga, Kasih Sayang Tak Pernah Putus
-
7 Potret Dena Rachman Melayat Sepupu, Penuh Cinta dan Haru Lepas Kepergian Orang Tersayang
-
10 Potret Dena Rachman Pakai Baju Adat, Pancarkan Pesona yang Elegan
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya