Matamata.com - Film Elysium akan tayang di TRANS TV pada Senin (22/02/21) malam. Film yag dibintangi Matt Damon dan Jodie Foster itu mengusung genre aksi, drama dan fiksi ilmiah.
Tayang di bioskop pada tahun 2013 silam, film Elysium menceritakan kondisi bumi di tahun 2154. Saat itu, bumi berada di ambang kehancuran karena ulah manusia.
Karenanya seorang CEO John Carlyle merancang planet yang bisa ditinggali manusia yang diberi nama Elysium. Kondisi planet tersebut sangat kontras dengan bumi.
Planet tersebut punya banyak sumber daya dan makanan. Teknologi pun sangat canggih. Sayang, planet itu dikhususkan untuk kalangan elit, sementara orang miskin harus tetap tinggal di bumi.
Max Da Costa (Matt Damon) adalah seorang mantan pencuri mobil yang beralih profesi jadi seorang perakit untuk Armadyne yang dijalankan John Carlyle.
Armadyn adalah sebuah perusahaan yang memproduksi senjata untuk Elysium. Sayangnya, selama bekerja Max terkena radiasi mematikan. Ia hanya bisa bertahan 5 hari menanti efek radiasi itu membunuhnya.
Lantas Max dibantu oleh Julio (Diego Luna) pergi ke Elysium untuk bertahan hidup. Akankan Max bertahan hidup dari efek radiasi tersebut? Jangan lupa saksikan film-nya di TRANS TV nanti malam ya.
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya