Matamata.com - Bakar Bufthaim, drummer band legendaris Rotor dan Suckerhead meninggal dunia. Menilik kabar yang beredar, Bakar menghembuskan napas terakhir pada Kamis (17/3/2022) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kabar duka ini salah satunya diumumkan oleh Eet Sjahranie yang merupakan gitaris Edane. Dia mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan.
"Inalillahi wa innaa ilaihi rojiuun...! Selamat jalan Bakar, semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan oleh Allah SWT, aamiin ya rabbal alamiin," tulis Eet Sjahranie.
Akun resmi Instagram Edane juga mengucapkan belasungkawa atas kepergian Bakar Bufthaim. Mereka berterima kasih atas kontribusi Bakar karena kerap jadi additional player buat Edane.
Innalillahi wa inna ilayhi roji'un. Selamat jalan sahabat kami @bakarbufthaim. Terima kasih sudah pernah membantu menjadi additional drummer EDANE di beberapa panggung di saat @fajarsatritama berhalangan!" tulis akun tersebut.
Di skena musik bawah tanah, Bakar memang bukan orang sembarangan. Dia merupakan salah satu personel asli Rotor era album ikonik mereka, Behind the Eight Ball.
Bakar adalah personel asli Rotor yang terakhir meninggal dunia. Para personel asli seperti Judapran, Jodie Gondokusumo, dan Irfan Sembiring lebih dulu pergi ke pangkuan Ilahi.
Tag
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya