Matamata.com - Rara Istiati Wulandari atau yang kini dikenal sebagai Rara si pawang hujan diundang ngobrol di podcast Deddy Corbuzier. Menariknya ada sosok Marc Marquez yang turut memberi komentar di channel YouTube Deddy tersebut.
Aksi Rara si pawang hujan di gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu tak dimungkiri telah mencuri perhatian dunia. Merespons hebohnya pemberitaan mengenai Rara itupun menggelitik Deddy Corbuzier untuk mengundangnya ngobrol bareng di channel YouTubenya.
Beragam hal diungkapkan Rara di hadapan Deddy Corbuzier mulai dari aksinya yang mengundang pro dan kontra hingga ritual yang dilakukannya saat menangkal hujan.
Yang menarik, dari sekian banyak komentar netizen merespon obrolan Rara dan Deddy tersebut muncul pula komentar dari sosok bernama Marc Marquez Aleta.
Nama yang jamak dikenal sebagai salah satu pembalap MotoGP itu turut memberikan komentarnya menggunakan bahasa spanyol.
Dalam komentarnya, sosok yang bernama Marc Marquez Aleta itu meminta maaf lantaran telah mengecewakan fansnya di Indonesia usai gagal tampil di ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika usai alami cedera di sesi latihan.
Komentarnya pun mendapat beragam respon dari netizen lainnya. Banyak yang memberikan doa untuk kesembuhan cederanya.
"Get well soon bro marc," tulis cak*****
"Semoga cepat sembuh, kami di Indonesia juga menyayangi anda Marc," kata sum*****
Tapi tak sedikit pula yang sangsi dengan akun bernama Marc Marquez Aleta tersebut. Beberapa menyebut bahwa sosok Marc Marquez yang memberi komentar di channel YouTube Deddy Corbuzier itu kw alias palsu.
"Sekarang lagi di Ngawi mas?" tanya abi****
"Kw," kata hea****
"Karepmu wkwk," tulis mr****
"Bukan centang biru," tulis hadi*****
Benar saja saat ditelisik lebih jauh, sosok Marc Marquez Aleta yang memberi komentar di channel YouTube Deddy Corbuzier itu bukanlah sosok pembalap MotoGP yang selama ini diketahui jamak.
Pemilik akun YouTube Marc Marquez yang asli diketahui telah mendapatkan verifikasi dengan tanda centang pada akunnya. Sementara sosok Marc Marquez yang komentar di YouTube Deddy Corbuzier sama sekali tak ada tanda centangnya.
Selain itu koleksi video yang ditampilkan hanya berisi potongan video yang diambil dari medsos lainnya, sementara di akun asli Marc Marquez berisi konten2 vlog hingga aksi balapnya di sirkuit.
Marc Marquez sendiri terpaksa absen di gelaran MotoGP Sirkuit Mandalika usai mengalami kecelakaan mengerikan di tikungan 7 Mandalika.
Pembalap Repsol Honda tersebut mengalami cedera cukup serius di bagian kepalanya. Ia disebut mengalami cedera diplopia atau penglihatan ganda pada mata kanannya.
Berdasarkan riwayatnya, Marc Marquez mengalami cedera diplopia saat gelaran MotoGP 2011 lalu. Sempat kambuh pada 2021 dan kambuh kembali usai kecelakaan di Sirkuit Mandalika lalu. (Galih Priatmojo)
Berita Terkait
-
Resmi! Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier
-
Awalnya Dijodoh-jodohkan Deddy Corbuzier, Jirayut dan Halda Pamer Kemesraan: Aduh Tatapan Matanya
-
Kado Pernikahan Deddy Corbuzier ke Sabrina Chairunnisa Bikin Melongo, Berawal dari Kalah Taruhan
-
Tak Terduga Harga Outfit Deddy Corbuzier sampai Disebut Anaknya 'Nggak Kaya-kaya Amat', Ada Cincin Harga Rp13 Ribu
-
Kisah Sopyah, 6 Tahun Menyamar Jadi Cowok agar Bisa Bekerja hingga Tinggal di Atas Kuburan karena tak Punya Rumah
Terpopuler
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya