Matamata.com - Gaet Dewa Budjana, Ndarboy Genk merilis video musik lagu bertajuk 'Kudu Nangis' pada Rabu (24/8/2022) kemarin.
Video musik lagu 'Kudu Nangis' yang dilantunkan Ndarboy Genk ini menjadi trending nomor 29 di YouTube dalam kategori musik.
Berikut adalah lirik lagunya.
KUDU NANGIS
SONG 1 :
Ra kuat aku, nglakoni tresno tekan semene
Yen kudu takdire, pisah karo kowe
Kulo ikhlas lahir batin e
SONG 2 :
Wes tak maafke
Bola bali mung mbok sepelekke
Aku wes raiso, neruske cerita
Pol mentok aku tak lungo
BRIDGE :
Ngadepi sikap mu, aku klera kleru
Sakkarep karep mu timbang Poda padu
Sing uwis yo uwis, sing ilang ben ilang
wes ra kuat tenan
REFF :
Kudu nangis, hawane kudu nangis
Ati koyo di iris iris
Karo janji mu sing lamis
Aku nangis, aku kowe mending uwes
Snajan kadang sih sok ngalamun
Bayangke aku, kowe iso rukun.
Baca Juga
Berita Terkait
-
Koplo-Orkestra dalam Pusakarya: Warna Baru Ndarboy Genk Rayakan 8 Tahun Bermusik
-
Perjuangan Ndarboy Genk, Dari Penolakan hingga Menginspirasi di Film Ambyar Mak Byar
-
Viral! Salah Lirik Lagu 'Ramadhan Tiba', Ini Respons Iis Dahlia
-
Lirik Lagu Unwritten - Natasha Bedingfield, Viral Di TikTok
-
Lirik Lagu Maimunah - Andre Taulany, Pembuktian Jiwa Musisi eks Vokalis Stinky Tak Pernah Pudar
Terpopuler
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya