Matamata.com - Film “The King of Kings” dipastikan tayang di bioskop Indonesia pada 18 April 2025. Kabar ini diumumkan melalui berbagai kanal media dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta film religi.
Film ini mengangkat perjalanan hidup Yesus Kristus, mulai dari kelahirannya hingga penyaliban dan kebangkitannya, menawarkan kisah epik yang sarat dengan pesan spiritual dan inspiratif.
“The King of Kings” merupakan produksi ulang dari film klasik yang sebelumnya sudah dikenal luas oleh publik internasional. Film ini bermaksud menghadirkan kembali sosok Yesus dan perjalanan rohaninya dalam kemasan sinematografi modern dengan teknologi dan visual yang lebih memukau.
Kehadiran film ini juga diharapkan bisa memberikan pengalaman emosional dan spiritual yang mendalam, khususnya bagi umat Kristiani yang ingin kembali mengenang kisah penting dalam sejarah agamanya.
Dalam keterangan resminya, pihak distributor film mengungkapkan bahwa “The King of Kings” menghadirkan narasi yang setia pada kitab suci. Penonton akan diajak mengikuti perjalanan Yesus dari masa kanak-kanak, pengajaran dan mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, hingga peristiwa penyaliban yang menjadi titik sentral dalam kisah agama Kristen.
Tidak hanya menampilkan drama dan aksi, film ini juga sarat akan nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan perdamaian.
Sutradara film ini berusaha menampilkan kisah Yesus dengan pendekatan visual yang lebih segar dan teknologi perfilman masa kini. Melalui sinematografi yang memukau, penonton diharapkan dapat lebih memahami pesan-pesan moral dan religius yang diangkat.
Para aktor yang terlibat pun dipilih melalui proses seleksi yang ketat demi memastikan penggambaran karakter yang autenik dan menyentuh hati.
Menjelang penayangannya, “The King of Kings” sudah menarik perhatian publik, terutama di media sosial. Banyak warganet yang menyatakan antusiasmenya menyambut film ini dan berharap dapat memperoleh pengalaman religius baru dari kisah yang dihadirkan di layar lebar.
Momentum penayangan film ini juga dinilai tepat karena bertepatan dengan masa pasca-Paskah, yang merupakan periode refleksi bagi umat Kristen di Indonesia dan dunia.
Baca Juga
Selain ditayangkan di Indonesia, film “The King of Kings” juga telah diputar di sejumlah negara lain dan mendapat sambutan positif. Beberapa kritikus menilai film ini berhasil membawakan kisah Alkitab dengan pendekatan yang universal tanpa mengurangi unsur spiritualitas di dalamnya.
Keputusan untuk menayangkan film religi di bioskop disambut baik oleh distributor dan pengelola jaringan bioskop di Indonesia. Mereka berharap, kehadiran “The King of Kings” dapat memperkuat keberagaman tontonan berkualitas di tanah air, sekaligus menjadi medium edukasi dan spiritual bagi masyarakat.
Bagi para penonton yang ingin menyaksikan kisah Yesus dalam balutan sinematografi modern, “The King of Kings” bisa menjadi salah satu pilihan film yang patut dinantikan di bioskop mulai 18 April 2025.
Berita Terkait
-
Bella Graceva dan Zikri Daulay Bintangi Film 'Pohon Waru', Kisahkan Iblis Perenggut Jiwa yang Malang
-
Film 'Papa Zola The Movie', Kisahkan Pejuang Keluarga
-
Celine Evangelista Merasa Dijebak di Film 'Penunggu Rumah Buto Ijo'
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Gibran Rakabuming Apresiasi Konser Amal dan Film Timur untuk Korban Bencana Sumatera
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya