Matamata.com - Festival film bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali hadir untuk menyuguhkan pengalaman sinema terbaik bagi para pecinta film di Indonesia.
Ajang yang dikenal sebagai salah satu tolok ukur perfilman Asia ini akan digelar selama delapan hari, mulai 29 November hingga 6 Desember 2025.
Antusiasme publik terhadap JAFF tahun ini mengalami peningkatan tajam. Lonjakan jumlah film yang didaftarkan menjadi salah satu indikator besarnya kepercayaan para pembuat film terhadap festival ini.
Dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025), Program Director JAFF, Alexander Matius, memaparkan data pertumbuhan yang cukup mencolok.
“Tahun ini jumlah pendaftar naik dari 784 kalau nggak salah tahun lalu, jadi 894,” ungkap Alexander Matius.
Tidak hanya jumlah pendaftar yang meningkat, skala penyelenggaraan juga diperluas demi mengakomodasi antusiasme penonton yang semakin besar. Ratusan film dari puluhan negara akan ditayangkan di lebih banyak layar.
Untuk memberikan pengalaman menonton terbaik, JAFF menambah jumlah studio yang digunakan. Satu bioskop akan sepenuhnya dialokasikan khusus bagi pemutaran film festival.
“Tahun ini kami akan menayangkan semua filmnya di 6 studio Empire. Jadi, nambah satu studio. Jadi semua, satu Empire kita book untuk di jadwal (festival),” lanjut Alexander.
Salah satu hal yang paling ditunggu adalah kolaborasi spesial yang melibatkan sutradara kenamaan Indonesia, Edwin.
Sineas di balik film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas tersebut dipercaya untuk membuat video bumper resmi festival.
Video bumper adalah tayangan singkat yang muncul sebelum setiap film diputar selama festival berlangsung.
Keterlibatan Edwin diyakini akan menghadirkan sentuhan artistik yang istimewa untuk JAFF edisi tahun ini.
“Bumper tahun ini akan dibuat oleh Edwin, salah satu sutradara film Indonesia,” kata Alexander, menegaskan kerja sama tersebut.
Dengan cakupan penyelenggaraan yang lebih luas, kurasi ketat, serta kolaborasi dengan sineas berpengaruh, JAFF 2025 diproyeksikan menjadi perayaan sinema yang meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton di Indonesia maupun kawasan Asia.
Berita Terkait
-
Film Dokumenter Gestures of Care Tayang di JAFF 2025, Tingkatkan Kesadaran tentang Kebakaran Hutan di Kalimantan
-
Review Film Kuyank: Saatnya Horor Berbicara soal Realita Kultural, Bukan Hiperbola
-
Becoming Human Raih Golden Hanoman di Penutup JAFF20: Festival Dua Dekade yang Tegaskan Posisinya di Sinema Asia
-
Swaradwipa: Suara yang Menolak Punah, Dokumenter Titi Radjo Padmaja Debut di JAFF 20
-
JAFF Market 2025: Kolaborasi Amar Bank dan JAFF Market, Bawa Semangat Film Indonesia Mendunia
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
-
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Bikin Penonton Jogja Menangis Haru
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia
-
Rumah Perubahan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Waktunya STARt Bersama TikTok Shop Tokopedia