Matamata.com - Aktor Abimana Aryasatya dan Morgan Oey membagikan pengalaman menantang saat membintangi film terbaru karya sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell. Salah satu tantangan terberat yang mereka hadapi adalah pengambilan adegan laga sepanjang 15 menit tanpa jeda (one-take shot).
"Cukup menantang karena kami harus mencampur banyak elemen. Kita tidak bisa melihat dari adegan laganya saja, karena secara keseluruhan pengambilan gambarnya sangat panjang," ujar Abimana saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/4).
Abimana, yang memerankan karakter Anggoro, menjelaskan bahwa adegan perkelahian massal antar-narapidana di penjara tersebut memakan porsi 14 hingga 15 halaman skrip. Para aktor dituntut untuk tampil prima dan konsisten dari awal hingga akhir tanpa ada pemotongan gambar.
Senada dengan Abimana, Morgan Oey yang berperan sebagai Bimo, mengaku kesulitan saat harus memasukkan unsur komedi di tengah aksi baku hantam.
"Komedi laga itu sangat berbeda dengan adegan laga biasa. Harus ada ekspresi komikal untuk memperkuat kesan komedinya, dan itu cukup sulit. Sejak baca naskah, saya sudah tahu ini akan jadi kerja keras, dan ternyata benar," ungkap Morgan.
Sementara itu, aktor muda Endy Arfian yang memerankan Dimas, mengingatkan bahwa film ini memiliki klasifikasi usia 17 tahun ke atas (Dewasa). Meski demikian, ia sangat merekomendasikan film ini untuk Generasi Z karena pesan sosial yang kuat di dalamnya.
"Saya berharap kaum muda semakin sadar dengan keadaan setelah menyaksikan film ini. Ghost in the Cell sangat spesial bagi saya," kata Endy.
Metafora Sistem Sosial Sutradara Joko Anwar mengungkapkan bahwa pengembangan cerita Ghost in the Cell memakan waktu tujuh tahun, yakni dari 2018 hingga 2025. Cerita ini berangkat dari fenomena sosial yang berkembang di masyarakat.
Joko menggunakan latar penjara sebagai metafora untuk menggambarkan sistem yang membatasi ruang gerak warga, sehingga mereka tidak menyadari realita yang sebenarnya terjadi. Untuk mendukung visi tersebut, tim produksi bahkan membangun set fasilitas lembaga pemasyarakatan fiktif secara mandiri.
"Kami membangun set penjara itu dari awal sampai jadi. Jadi, fasilitas tersebut memang fiktif (khusus untuk film)," tegas Joko.
Film Ghost in the Cell dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kutukan Bahu Laweyan Hadir di Film Perempuan Pembawa Sial, Ada Promo Buy 1 Get 1
-
Aurra Kharisma jadi Hantu di Film Horor 'Perempuan Pembawa Sial': Tatapanku Kosong
-
Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bandel ke Barak Tuai Pro-Kontra, Joko Anwar: Cara Lama Tak Bikin Anak Lebih Baik
-
Joko Anwar Klarifikasi Soal Film Pengepungan di Bukit Duri: Bukan Untuk Menyebar Ketakutan, Tapi Mengajak Dialog
-
Angkat Budaya Tionghoa, Morgan Oey dan Zulfa Maharani Lakukan 'Pernikahan Arwah'
Terpopuler
-
Lebanon Minta Bantuan Pakistan untuk Hentikan Serangan Israel
-
Prabowo Puji Elang Muda TNI AU dari Pesawat Kepresidenan: Rakyat Bangga pada Kalian!
-
Abimana dan Morgan Oey Ceritakan Rumitnya Syuting Laga 15 Menit di Ghost in the Cell
-
Miliki Darah Keturunan Leluhur Ratu Niang, Romo RN Sukses jadi 'Dokter Spritual'
-
'Chicago The Musical' Resmi di Jakarta: Kisah Lama yang Terasa Dekat dengan Kehidupan dan Realita Hari Ini
Terkini
-
'Chicago The Musical' Resmi di Jakarta: Kisah Lama yang Terasa Dekat dengan Kehidupan dan Realita Hari Ini
-
'Chicago The Musical' Tayang Perdana di Jakarta, Tunjukkan Standar Produksi Musikal Internasional
-
Anak Indonesia Sampai Mars, Ini 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-anak Nonton 'Pelangi di Mars' di Bioskop!
-
Kualitas Film Indonesia Sudah Sampai Sini! Film 'Pelangi di Mars' Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
-
Sejarah Baru! Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak, Jadi Tonggak Inovasi Sinema untuk Anak Indonesia