Baktora | MataMata.com
Potret cadaver atau jasad manusia yang dikhususkan untuk pendidikan kedokteran saat ditemukan di bak besar di lantai 9 Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Kota Medan. (dok Istimewa)

Matamata.com - Jasad manusia yang ditemukan di Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan merupakan cadaver. Penemuan tersebut sempat membuat geger dan terkesan ditutup-tutupi pihak universitas.

Bahkan polisi yang ingin menyelidiki perlu menunggu dari pihak universitas mempersilakan untuk menuju lokasi penemuan jasad manusia tersebut. Hingga akhirnya ditemukan sebanyak 5 jasad manusia di universitas setempat.

Geger hingga trending di beberapa platform media sosial, UNPRI akhirnya mengklarifikasi terhadap ramainya lima mayat tersebut. Mereka memastikan bahwa mayat itu adalah cadaver yang digunakan pihak kampus untuk kegiatan belajar mengajar, terutama untuk mahasiswa kedokteran.

Baca Juga:
Berharap Jadi Dosen, Ashanty Kuliah S3 di Universitas Airlangga

Lalu bagaimana asal muasal dan kronologi temuan ini mencuat?. Selain itu, apakah pihak kampus tidak menyiapkan antisipasi hingga civitas kampus dibuat kaget dengan temuan cadaver itu?.

Jasad berada di bak besar

Bermula pada Selasa (12/12/2023), sebelum diketahui cadaver, terdapat dua jasad manusia yang terlihat tenggelam di sebuah bak besar berisi air.

Baca Juga:
9 Potret Orang Tua Atta Halilintar Rayakan Ultah Pernikahan ke-30, Bahagia Cium Bagian Jasad Rasulullah SAW

Perekam video yang diketahui seorang laki-laki awalnya menunjukkan bahwa mayat yang ditemukan di lantai 9 salah satu bangunan di universitas setempat.

"Weh ada mayat di lantai sembilan," ujar perekam video dikutip, Kamis (14/12/2023).

Dalam tayangan itu terlihat ia membuka tutup kotak biru menyerupai bak plastik. Terlihat ada 2 jasad yang sudah berwarna coklat kehitaman.

Baca Juga:
Fun Fact! Raffi Ahmad Ternyata Cuma Sempat Kuliah di Satu Universitas Selama Seminggu

Polisi turun tangan

Hal itu pun ramai di media sosial dan membuat polisi bergerak pada Senin siang. Polrestabes Medan, langsung turun tangan untuk memeriksa kabar viralnya video tersebut.

Awalnya, video itu memang sudah beredar sejak 7 Desember 2023 lalu. Namun, respon masif mulai terlihat pada 12 Desember kemarin, sembari polisi turun tangan untuk meminta keterangan dari kampus.

Sempat dihalangi

Polisi yang datang memang sempat dihalangi untuk memeriksa oleh pihak kampus, alasannya polisi tak mengantongi surat pemeriksaan. Namun setelah komunikasi panjang mereka diizinkan masuk ke dalam lingkungan universitas.

Dalam pemeriksaan sendiri, polisi tidak menemukan jasad yang dimaksud di lantai 9 universitas tersebut. Dari penggeledahan, ternyata ditemukan lima mayat di lantai 15.

Dugaannya ada orang yang memindahkan jasad manusia yang sebelumnya di lantai 9. Terdapat empat jasad laki-laki dan satu orang wanita.

Misteri penemuan mayat itu semakin meluas di masyarakat. Menyusul pihak universitas yang tak kunjung memuat klarifikasi. Tudingan liar pun semakin banyak menyudutkan pihak universitas.

Meski begitu, pihak universitas akhirnya angkat bicara. Melalui Waki Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI, Kolonel (Purn) Drg Susanto menegaskan bahwa jasad yang viral di media sosial bukanlah jasad korban pembunuhan.

"Jika memang kasus pembunuhan, saya adalah orang pertama yang akan melaporkan ke pihak berwajib," terang Susanto dikutip dari kanal YouTube resmi UNPRI, Kamis (14/12/2023).

Susanto juga menjelaskan bahwa jasad manusia itu adalah cadaver yang memang digunakan untuk pembelajaran mahasiswa kedokteran ketika menjalani mata kuliah anatomi tubuh manusia.

"Cadaver ini untuk menunjang pembelajaran mahasiswa kedokteran dan memang terdiri dari 1 wanita dan empat laki-laki," tambah dia.

Penyimpanan dianggap tak layak

Terlanjur viral di media sosial, sejumlah netizen menyoroti cara penyimpanan cadaver di bak yang menyerupai penampungan air tersebut. Tak sedikit yang menyebutkan seharusnya cadaver disimpan di tempat berbahan stainless steel.

Gegernya penemuan jasad ini memang mendapat sorotan. Pihak kepolisian yang kurang koordinasi termasuk pihak kampus yang kurang terbuka membuat persepsi masyarakat menjadi negatif.

Meski demikian tudingan adanya dugaan pembunuhan juga sudah dibantah pihak kampus setelah ramai jadi pembahasan di platform digital.

Load More