Matamata.com - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengomentari pertemuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru baru ini. Kedua pejabat penting di pemerintah saat ini bertemu untuk makan malam.
Ganjar Pranowo tak menampik bahwa seorang presiden juga memiliki pilihan. Namun lebih baik, pemimpin negara bisa secara tegas menyebutkan keberpihakannya.
"Saya melihat biasa saja, kan memang sudah berpihak. Malah lebih baik ditegaskan saja bahwa 'ini saya berpihak'," ujar Ganjar dikutip, Minggu (7/1/2023).
Meski pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut sebatas antara presiden dan menterinya yang masih dalam ranah tugas negara, Ganjar menilai hal itu tentu menunjukkan keberpihakan.
"Kalau buat saya itu pasti. Itu menunjukkan sikap berpihaknya gitu," ujar dia.
Ganjar melanjutkan bahwa ia tak mempersoalkan jika memang presiden memiliki pilihan dan keberpihakannya di kontestasi politik Februari 2024 ini. Namun ia mengingatkan tidak ada lagi penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan negara dalam konteks demokrasi di Indonesia.
"Yang penting tidak ada penyalahgunaan kekuasaan, kewenangan, sehingga semua yang bertarung itu fair play," terang Ganjar.
"Kalau saya tidak masalah, namanya juga sebuah pilihan kan," tambah mantan Gubernur Jawa Tengah itu.
Seperti diketahui, Jokowi kerap dikait-kaitkan dengan dukungan ke paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Bahkan mulusnya Gibran sebagai cawapres juga tak lain dari peran Jokowi sendiri.
Dibantu MK, yang saat itu diketahui Anwar Usman yang merupakan adik ipar Jokowi, Gibran Rakabuming Raka memenuhi syarat sebagai pendaftar capres-cawapres karena sudah pernah menjabat kepala daerah meski usianya belum genap 40 tahun.
Kendati begitu Jokowi enggan berkomentar banyak dan memilih fokus untuk menyelesaikan tugasnya. Termasuk untuk berkoodinasi dengan sejumlah menteri di akhir masa jabatannya.
Saat ini para capres akan melanjutkan agenda penting dalam debat yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024) malam WIB.
Untuk tema kali ini adalah, pertahanan, keamanan, geopolitik dan politik luar negeri. Tema itu juga dianggap menguntungkan Prabowo Subianto, menyusul jabatan dan statusnya saat ini sebagai Menteri Pertahanan.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan
-
RI Peringkat 2 Dunia Ketahanan Energi, Golkar: Buah Strategi Tepat Presiden Prabowo
-
Prabowo Beri Arahan Strategis ke Dudung Abdurachman, Bahas Pertahanan dan Geopolitik Global
-
Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I 2026 yang Lampaui Target
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR