Matamata.com - Perdana Menteri Prancis Elisabeth Borne mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar itu disampaikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron lewat unggahannya di media sosial X (Twitter).
Mengutip Antara, Selasa (9/1/2024), Macron menerima pengunduran diri Elisabeth Borne dan menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan tekadnya selama menjadi bagian dari pemerintahan.
Menurut Istana Elysee, Bourne beserta anggota kabinet lainnya akan tetap menjalankan tugas sampai suatu pemerintahan yang baru terbentuk.
Sebagai informasi, Elisabeth Borne diangkat menjadi PM Prancis pada Mei 2022 menggantikan Jean Castex yang juga mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Borne merupakan perdana menteri perempuan kedua dalam sejarah Prancis.
Sebelum dipercaya sebagai perdana menteri, Borne menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja di kabinet Macron.
Beberapa nama disebut potensial menggantikan posisi Borne. Misalnya Menteri Pendidikan Gabriel Attal yang masih berusia 34 tahun dan Menteri Pertahanan Sebastien Lecornu yang berusia 37 tahun. Jika terpilih, keduanya akan menjadi perdana menteri termuda di Prancis.
Menteri Keuangan Bruno Le Maire dan mantan Menteri Pertanian Julien Denormandie juga masuk dalam daftar potensial.
Meski begitu, belum diketahui siapa yang akan menggantikan posisi Borne. Saat pengunduran diri diumumkan, Kantor Kepresidenan Prancis belum menyebutkan nama penggantinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi