Baktora | MataMata.com
Ketum PSI, Kaesang Pangarep saat memberi paparan kepada relawan di Jogja. (Instagram/@kaesangp)

"Pada tahun 2021, ada proyek yang baru selesai setelah 2,5 tahun. Ini tepat satu bulan sebelum saya menjadi Ketum PSI. Sebagai Ketum PSI, beban kerjanya setara dengan pekerjaan saya selama 2,5 tahun dalam seminggu. Di dunia politik, seminggu terasa sangat berat," ungkapnya.

Kaesang menambahkan bahwa sebagai pimpinan partai politik, ia harus memimpin calon anggota legislatif hingga pengurus partai.

"Walaupun sebenarnya di perusahaan saya punya banyak uang, di dunia politik, saya memberikan kontribusi finansial," katanya.

Terjun di dunia politik, melengkapi pengalaman Kaesang. Tak hanya dunia bisnis dan politik saja, bahkan Kaesang juga masih aktif dalam podcast yang ia inisiasi bersama sejumlah komika di YouTube.

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (kanan). [Dok.Antara]

 

Langkah Kaesang termasuk kampanye yang ia lakukan dalam rentang waktu 2 bulan lalu juga untuk mendulang suara terhadap PSI agar mencapai atau lebih dari ambang batas 4 persen parliamentary threshold.

Dalam beberapa survei terakhir, PSI sudah meraih sekitar 2,6 persen. Tersisa sekitar 1,4 persen untuk mencapai target tersebut. Sehingga jika ambang batas tersebut berhasil diraih partai berlambang bunga mawar tersebut, besar kemungkinan kader PSI bisa mendapat kursi di Senayan di 2024 ini.

Ambisi PSI sendiri memang cukup besar di Pemilu 2024 ini. Mengingat dalam dua periode sebelumya (Pemilu 2014 dan 2019), ambang batas yang dikejar partai tak kunjung memberikan hasil, sehingga gagal masuk ke parlemen selama dua periode pemerintahan Jokowi berjalan.

Load More