Matamata.com - Belakangan, dunia komedi Tanah Air tengah ramai memperbincangkan pernyataan tegas Indro Warkop terkait kepengurusan Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI).
Komedian senior itu secara terbuka menyentil rekan-rekan komedian yang terlibat dalam politik praktis sembari masih memegang posisi penting di organisasi profesi tersebut.
Pernyataan Indro mendapat sorotan luas, mengingat posisinya sebagai salah satu tokoh yang sangat dihormati di dunia lawak nasional.
Dalam sebuah keterangan kepada media, Indro menegaskan pentingnya menjaga netralitas profesi komedian, khususnya bagi mereka yang duduk sebagai pengurus PASKI.
"Bagi saya, ketika seorang komedian sudah menjadi pengurus PASKI dan juga aktif di dunia politik, itu sudah melanggar aturan organisasi. Kita harus menjaga profesionalisme dan marwah PASKI sebagai rumah bersama para seniman komedi,” tegas Indro seperti dikutip dari Beritasatu, Selasa (6/5/2025).
Menurut Indro, aturan dasar organisasi (AD/ART) PASKI secara jelas tidak memperbolehkan pengurus terlibat langsung dalam politik praktis. Ia menyebut, larangan tersebut bukan sekadar formalitas melainkan bentuk upaya menjaga independensi dan kredibilitas PASKI di mata publik.
Apalagi, sebagai organisasi profesi, PASKI diharapkan tetap berdiri di atas semua golongan tanpa menyandarkan diri pada kepentingan politik tertentu.
“PASKI harus tetap menjadi wadah yang netral dan terbuka untuk siapa saja, tanpa pengaruh politik. Kalau sudah tercampur dengan politik, nanti organisasi ini kehilangan arah dan tujuannya,” lanjut Indro yang juga menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena tersebut.
Salah satu isu yang mencuat adalah masih adanya sejumlah nama pengurus yang diketahui kini aktif sebagai politisi di berbagai partai. Di antaranya, ada yang duduk sebagai anggota dewan legislatif, maupun terlibat sebagai pengurus partai politik.
Meski Indro tidak menyebut nama secara gamblang, isu ini cepat menyebar di kalangan pegiat seni dan masyarakat umum.
Baca Juga
Terkait daftar pengurus PASKI, dalam laman resmi maupun pemberitaan disebutkan sejumlah nama komedian kondang masuk dalam struktur organisasi, antara lain Eko Patrio, Narji, Denny Cagur, hingga Bedu.
Beberapa di antaranya memang diketahui telah atau sedang terjun ke dunia politik. Indro menekankan, kritiknya bukan ditujukan untuk menyerang secara pribadi, melainkan agar semua pihak kembali mematuhi prinsip-prinsip organisasi, demi keberlangsungan dan integritas PASKI di masa mendatang.
Dirinya berharap, adanya evaluasi serius dari internal, guna membenahi praktik-praktik yang dinilai bertentangan dengan AD/ART.
"Saya hanya ingin organisasi ini berjalan sesuai tujuan awal. Jangan sampai PASKI diperalat untuk kepentingan politik siapa pun. Semua harus tunduk pada aturan yang sudah disepakati bersama," katanya menegaskan.
Sebagai satu-satunya anggota grup Warkop yang masih aktif, Indro memang dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menjaga profesionalisme dan etika di dunia hiburan.
Pesannya kali ini sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi profesi semestinya berdiri tegak demi kepentingan anggotanya, bukan malah tercampur dengan urusan politik praktis.
Langkah Indro tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah pelaku seni komedi lainnya yang menginginkan agar PASKI tetap berada di garis netral dan menjadi wadah aspirasi seniman tanpa iri kepentingan politik.
Isu rangkap jabatan ini pun diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi organisasi serupa, agar tetap menjaga marwah profesi dan kepercayaan masyarakat.
Berita Terkait
-
Puan Maharani Pastikan Revisi UU Pemilu Kedepankan Prinsip Jurdil dan Kepentingan Rakyat
-
DPR Dukung Usulan Bawaslu Blacklist Pelaku Politik Uang di Pemilu Mendatang
-
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi