Matamata.com - Industri hiburan yang menuntut tingkat stres tinggi tak jarang membuat para pelakunya rentan terhadap tekanan mental. Salah satunya dialami oleh aktor senior Anjasmara, yang telah lama berkecimpung di dunia sinetron dan hiburan televisi.
Di tengah rutinitas syuting yang padat, Anjasmara tak segan berbagi pengalaman soal pelariannya dari kelelahan fisik dan pikiran, yang kerap kali datang seiring dengan berbagai masalah hidup serta pekerjaan.
Kepada media, Anjasmara menuturkan bahwa dirinya mengandalkan olahraga sebagai pelarian utama untuk mengatasi stres. Pria kelahiran 1975 ini mengaku, aktivitas berlari dan yoga sudah menjadi kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental maupun fisiknya.
Menurutnya, momen-momen berolahraga tersebut menjadi ruang pribadi untuk merenung dan menenangkan pikiran.
"Aku biasanya pelarianku kalau capek habis kerja, ya dengan olah raga, kadang lari, yoga juga. Itu buatku cara paling efektif biar kepala enggak penuh terus," jelas Anjasmara dalam sebuah wawancara, Rabu (15/5/2025).
Ayah dua anak ini menyadari bahwa tekanan pekerjaan di dunia sinetron sangat intens, apalagi jika syuting berlangsung hingga larut malam. Meski begitu, ia berusaha menyikapi semuanya dengan lebih sehat, mengalirkan energi negatif melalui gerakan fisik yang teratur.
Baginya, olahraga tak hanya membantu melepas penat, tapi juga memberi ruang untuk ‘berdamai’ dengan perasaannya sendiri.
"Kadang-kadang kalau pikiran lagi berat atau jenuh sama syuting, aku sengaja menjalankan yoga lebih lama, sambil atur napas. Setelahnya pasti lebih tenang," tuturnya lagi.
Ia menambahkan, yoga telah menjadi bagian penting dalam hidupnya beberapa tahun terakhir, apalagi setelah dirinya mendalami yoga secara lebih serius sejak pandemi lalu.
Tak lupa, ia juga menyoroti pentingnya mengelola stres dan menyadari kapan tubuh serta pikiran butuh istirahat. Anjasmara mengingatkan, jangan sampai tuntutan pekerjaan atau tekanan hidup membuat seseorang lupa menjaga diri sendiri.
Ia berpandangan bahwa setiap orang perlu mencari cara pelarian yang sehat dan positif, agar tidak terjebak dalam pola pikir negatif atau bahkan depresi.
"Aku percaya, semua orang punya masalah. Tapi, cara kita menghadapi itulah yang membedakan. Kalau aku, ya, lari sama yoga itu pilihan terbaikku," ungkap Anjasmara, penuh keyakinan.
Selain olahraga, aktor yang telah membintangi berbagai judul sinetron ini juga mengaku mengatur pola makan dan tidur untuk mendukung kesehatan mentalnya. Ia menegaskan bahwa istirahat yang cukup sangat penting agar tubuh tetap bugar dan pikiran tidak mudah emosional.
Anjasmara juga menekankan, hal-hal kecil seperti meluangkan waktu bersama keluarga atau sekadar mendengarkan musik bisa membantu memperbaiki suasana hati.
"Kadang aku ajak anak-anak jalan-jalan, ngobrol santai sama istri. Pokoknya, jangan sampai penat di tempat kerja terbawa ke rumah," katanya.
Pengalaman Anjasmara menunjukkan, tekanan di dunia hiburan memang nyata, tapi selalu ada cara sehat dan bijak untuk mengatasinya. Olahraga, meditasi, serta quality time bersama keluarga menjadi kunci handal yang mampu membuatnya tetap waras dan bahagia di tengah sibuknya dunia hiburan.
Dengan berbagi ceritanya, Anjasmara berharap publik dapat lebih sadar pentingnya kesehatan mental, serta tak ragu mencari cara pelarian sehat saat sedang stres menghadapi tantangan hidup.
Aktor senior ini menutup perbincangan dengan pesan, "Jangan pernah anggap sepele urusan pikiran. Rawat dirimu, dan temukan pelarian yang sehat."
Berita Terkait
-
Syarief Khan akan Somasi dan Laporkan Selebgram ke Polisi, dengan Dugaan Fitnah
-
Diandra Salsabila hingga Ghazi Alhabsyi, Ungkap Tantangan Seru Sinetron 'Petualangan Rahasia Queena'
-
Dikabarkan Selingkuh! Netizen Curiga Hubungan Davina Karamoy dan Ardhito Pramono Hanya Gimmick
-
Bikin Sedih! Yasmin Napper Nangis Seharian, demi Sinetron 'Istiqomah Cinta'
-
Oki Setiana Dewi jadi Dosen dan Berdakwah di Beberapa Negara
Terpopuler
-
China Kecam Kebijakan Israel Terkait Izin Eliminasi Pejabat Tinggi Iran
-
Iran Tuntut Kompensasi dari UEA atas Serangan Amerika Serikat
-
Kemenag Papua: Nilai Nyepi Jadi Perekat Kerukunan di Bumi Cenderawasih
-
BGN Dorong Inovasi Menu MBG: Kualitas Bintang Lima dengan Harga Rp10 Ribu
-
Kemenham Desak Penuntasan Kasus Andrie Yunus, Soroti Koordinasi Polri dan TNI
Terkini
-
China Kecam Kebijakan Israel Terkait Izin Eliminasi Pejabat Tinggi Iran
-
Iran Tuntut Kompensasi dari UEA atas Serangan Amerika Serikat
-
Kemenag Papua: Nilai Nyepi Jadi Perekat Kerukunan di Bumi Cenderawasih
-
BGN Dorong Inovasi Menu MBG: Kualitas Bintang Lima dengan Harga Rp10 Ribu
-
Kemenham Desak Penuntasan Kasus Andrie Yunus, Soroti Koordinasi Polri dan TNI