Matamata.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi pembangunan jalan dan jembatan di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Kami terus membangun jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal untuk membuka akses investasi, mendorong sektor industri dan pariwisata, serta menghubungkan pusat-pusat ekonomi di berbagai daerah,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (18/6).
Melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU berfokus pada pengembangan infrastruktur yang terintegrasi dengan kawasan strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), destinasi pariwisata super prioritas, serta jalur penghubung antarprovinsi dan kabupaten.
Hingga kini, jaringan jalan nasional telah menjangkau berbagai titik penting, termasuk 134 pelabuhan utama, 106 terminal bus tipe A, 81 pelabuhan penyeberangan kelas I, 81 Pusat Kegiatan Nasional (PKN), 174 Pusat Kegiatan Daerah (PKD), 32 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), 69 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), 13 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), 19 kawasan industri, dan 17 KEK.
Dalam mendukung visi pembangunan, Kementerian PU mengusung program utama bertajuk PU 608. Program ini menempatkan kementerian sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dengan tiga target utama: menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah angka 6, mengurangi tingkat kemiskinan hingga nol persen, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen per tahun.
Upaya efisiensi dilakukan melalui optimalisasi biaya dan aset, serta peningkatan kemudahan berinvestasi. Sementara pengentasan kemiskinan difokuskan pada percepatan penyediaan infrastruktur dasar dan perluasan lapangan kerja. Adapun dorongan pertumbuhan ekonomi diwujudkan lewat penguatan kawasan prioritas, ketahanan pangan, dan peningkatan konektivitas.
Sejumlah kegiatan prioritas di bidang jalan dan jembatan meliputi pemeliharaan jalan, rehabilitasi dan penggantian jembatan berkondisi rusak berat, serta pembangunan jembatan gantung dengan sistem kontrak tahun jamak (MYC).
Di bidang permukiman, Kementerian PU juga melanjutkan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat serta program Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi (OPOR). (Antara)
Berita Terkait
-
Strategi Menko AHY Kembangkan Jaringan Kereta Api Nasional untuk Atasi ODOL
-
Pemerintah Bidik Pembangunan 2.772 Km Jalur Kereta Api di Kalimantan
-
Gibran Kritik Minimnya Penerangan dan Pemeliharaan Sentra Pendidikan Mimika
-
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp3,88 Miliar ke Kementerian PU untuk Proyek Tol
-
Trump Ancam Serang Infrastruktur Vital Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR