Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Strategi Transformasi Bangsa yang dicanangkan sejak awal pemerintahannya merupakan langkah yang tepat. Dalam 10 bulan masa kerja, berbagai capaian telah berhasil diraih oleh jajaran Kabinet Merah Putih.
"Saya kira tanpa kerja keras saudara sebagai tim, tidak mungkin kita capai apa yang sudah kita capai hari ini. Dalam waktu yang masih singkat, banyak sekali yang telah kita capai. Strategi-strategi yang sudah saya canangkan ternyata mulai terasa, dan terlihat bahwa strategi kita benar. Kita berada di arah yang benar," ujar Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu siang.
Presiden juga menggarisbawahi bahwa strategi yang dijalankan pemerintah saat ini tengah diuji oleh gejolak global, baik dari sisi geopolitik maupun geo-ekonomi.
Ia menyinggung konflik-konflik bersenjata di berbagai wilayah seperti perang Ukraina-Rusia, genosida di Gaza, agresi Israel di Tepi Barat, serta ketegangan India-Pakistan, konflik Thailand-Kamboja, hingga perang saudara di Myanmar. Selain itu, kebijakan tarif Amerika Serikat juga turut memengaruhi stabilitas ekonomi global.
“Kita paham, dan kita mengerti bahwa kondisi ini akhirnya menguji strategi besar kita, menguji strategi transformasi yang sudah saya canangkan di awal, bahkan sebelum saya dilantik sebagai Presiden,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diambil pemerintah didasarkan pada prinsip realisme yang berpijak pada kondisi nyata, baik di dalam negeri maupun dunia internasional.
“Kondisi nyata ini tidak bisa kita hadapi dengan teori, dengan angan-angan. Idealisme bener, idealisme itu perlu, tetapi yang utama, yang bisa menyelamatkan kita adalah realisme. Kita harus dengan realistis melihat situasi dan kita ambil langkah-langkah,” tegasnya.
Sidang Kabinet Paripurna kali ini merupakan yang kedelapan sejak Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilantik pada 20 Oktober 2024. Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain para menteri koordinator seperti Zulkifli Hasan, Budi Gunawan, Muhaimin Iskandar, Pratikno, Airlangga Hartarto, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.
Selain itu, hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri BUMN Erick Thohir, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
-
Waisak 2026 di Borobudur: Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian
-
Wapres Gibran Melayat Almarhum Ryamizard Ryacudu di Gedung Kemhan
-
Presiden Prabowo: Pancasila Adalah Cetak Biru Sistem Ekonomi Nasional
-
Presiden Prabowo Melayat Jenderal Ryamizard Ryacudu Sebelum Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila
Terpopuler
-
Hore Dapat Hadiah! Ratusan Warga Kota Tasikmalaya Kaget, Rumahnya Diketuk Tim 'Festival Tok Tok Buoy'
-
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
-
KPK Targetkan Pelimpahan Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Rampung Usai Musim Haji 2026
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital
-
Waisak 2026 di Borobudur: Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian
Terkini
-
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
-
KPK Targetkan Pelimpahan Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Rampung Usai Musim Haji 2026
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital
-
Waisak 2026 di Borobudur: Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian
-
Wapres Gibran Melayat Almarhum Ryamizard Ryacudu di Gedung Kemhan