Matamata.com - Mahkamah Agung (MA) menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang diajukan oleh kuasa hukum mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, atau Tom Lembong, terhadap tiga hakim yang menjatuhkan vonis bersalah kepadanya dalam kasus impor gula.
Juru Bicara MA, Yanto, mengatakan Ketua MA akan segera mempelajari laporan tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Ketua Mahkamah Agung secepatnya akan mempelajari dan menindaklanjuti. Apakah perlu klarifikasi atau tidak. Artinya kan pasti ditindak, pasti itu namanya akan klarifikasi, akan dipanggil ya," ujar Yanto di Gedung MA, Jakarta, Rabu (6/8).
Yanto menambahkan, pelaporan terhadap aparat pengadilan merupakan hak setiap warga negara yang merasa dirugikan dalam proses hukum.
"Berkaitan dengan pengaduan dari kuasa hukum Tom Lembong, ya itu hak-hak dari para pihak yang merasa hak-haknya dirugikan boleh mengadu dan secepatnya ya akan ditindaklanjuti," tambahnya.
Namun, ia belum dapat memastikan kapan pemanggilan terhadap tiga hakim akan dilakukan. Menurutnya, langkah tersebut baru akan diambil jika setelah dipelajari ditemukan dugaan pelanggaran.
"Kalau memang betul ada penyimpangan tentu akan ada penghukuman, tapi kalau tidak ada penyimpangan ya tidak," kata Yanto.
Sebelumnya, pada Senin (4/8), kuasa hukum Tom Lembong, Zaid Mushafi, melaporkan tiga hakim ke MA, yakni Ketua Majelis Dennie Arsan Fatrika dan dua hakim anggota, Alfis Setyawan serta Purwanto S. Abdullah.
"Dia (Tom Lembong) ingin ada evaluasi, dia ingin ada koreksi. Agar apa? Agar keadilan dan kebenaran dalam proses penegakan hukum di Indonesia ini bisa dirasakan oleh semuanya," kata Zaid.
Zaid menjelaskan, pelaporan ini merupakan bagian dari komitmen kliennya untuk memperjuangkan keadilan, meski telah menerima abolisi dari Presiden.
"Jadi, Pak Tom ini tidak semata-mata setelah dia bebas ya udah, kita selesai. Enggak, dia komitmen dengan perjuangannya. Ada yang harus dikoreksi, ada yang harus dievaluasi," ujarnya.
Ia juga menyoroti salah satu hakim yang dinilai tidak menjunjung asas praduga tak bersalah selama persidangan.
"Yang menjadi catatan adalah ada salah satu hakim anggota yang menurut kami selama proses persidangan itu tidak mengedepankan presumption of innocent. Dia tidak mengedepankan asas itu. Tapi mengedepankan asas presumption of guilty. Jadi Pak Tom ini seolah-olah memang orang yang udah bersalah tinggal dicari aja alat buktinya. Padahal tidak boleh seperti itu proses peradilan," kata Zaid.
Selain MA, laporan serupa juga akan dilayangkan ke Komisi Yudisial, Ombudsman, dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Diketahui, Tom Lembong divonis 4 tahun 6 bulan penjara dalam kasus korupsi importasi gula di Kementerian Perdagangan tahun 2015–2016, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp194,72 miliar. Ia dinyatakan bersalah karena menerbitkan persetujuan impor tanpa rapat koordinasi antarkementerian dan tanpa rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.
Selain hukuman penjara, ia juga dijatuhi denda sebesar Rp750 juta atau kurungan pengganti selama enam bulan.
Pada 1 Agustus 2025, Tom Lembong resmi bebas dari Rutan Cipinang, Jakarta, setelah menerima abolisi dari Presiden Prabowo Subianto. Keputusan Presiden (Keppres) tersebut diteken pada sore hari dan diserahkan ke Rutan pada malam harinya.
Abolisi merupakan hak Presiden untuk menghentikan proses hukum terhadap seseorang yang telah dijatuhi hukuman, dengan mempertimbangkan masukan dari DPR. (Antara)
Berita Terkait
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
KPK Targetkan Pelimpahan Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Rampung Usai Musim Haji 2026
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
MUI Tegaskan Sapi Kurban Banpres Pakai APBN Sah Secara Syariat dan Konstitusi
-
Bamsoet Dorong Advokat Muda Atasi Ketimpangan Akses Keadilan bagi Rakyat Kecil
Terpopuler
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos
Terkini
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos
-
Ketua Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM