Matamata.com - Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai Presiden RI Prabowo Subianto menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil dengan berani menindak pelaku usaha nakal di sektor pangan.
"Memang Pak Prabowo sangat memihak kepada yang namanya rakyat kecil. Jadi mereka-mereka (pelaku usaha) yang kategori 'serakahnomic' mau tidak mau akan ditindak," ujar Trubus saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (15/8).
Menurut Trubus, langkah tegas itu diambil setelah Presiden merasa prihatin melihat rakyat dirugikan oleh praktik curang segelintir pengusaha. Ia juga menilai Prabowo mendorong peran serta publik dalam mengawasi kebijakan pemerintah.
"Hal kedua, saya melihat bahwa Presiden dalam hal ini lebih mengajak kepada peran serta publik sebenarnya untuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Ada partisipasi publik," katanya.
Trubus menambahkan, kebijakan yang diambil demi kesejahteraan rakyat sejalan dengan amanah UUD 1945. "Ini menurut saya dari kacamata kebijakan publik memang memberikan harapan publik yang kuat terhadap adanya perubahan dan menuju Indonesia Emas 2045 itu," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengusaha penggilingan padi berskala besar harus memiliki izin khusus dari pemerintah demi melindungi kebutuhan dasar rakyat.
"Kalau para pelaku usaha tersebut tidak mematuhi hal itu, maka mereka dipersilakan untuk pindah ke bidang lain," tegas Prabowo.
Ia menekankan bahwa beras dan penggilingan padi menyangkut hajat hidup orang banyak. Namun, masih ada pengusaha yang menggunakan kekuatan mereka untuk mendominasi komoditas ini sehingga menyulitkan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. Sidang digelar menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” (Antara)
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton dari Peternak Bantul
-
Wamendag Roro Esti Bidik Peningkatan Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia, Targetkan FTA Rampung 2026
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Bagi 1.582 Kapal Ikan untuk Sejahterakan Nelayan
-
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi