Matamata.com - Penyanyi ternama Malaysia, Siti Nurhaliza, mendesak pembebasan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan tentara Israel saat dalam perjalanan menyalurkan bantuan ke Gaza.
"Sebagai rakyat Malaysia saya mendesak pembebasan segera relawan Malaysia yang ditahan tentara zionis," ujar Siti dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resminya, @ctdk, Sabtu dini hari.
Siti menegaskan bahwa misi Global Sumud Flotilla, yang melibatkan relawan dari 44 negara dengan puluhan kapal, sepenuhnya bersifat kemanusiaan. Misi tersebut, katanya, dilakukan secara damai dan mematuhi hukum internasional.
Ia menyebut penahanan relawan GSF sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia. "Seluruh dunia wajib bersuara dan memastikan mereka dibebaskan segera," tegasnya.
Puluhan relawan dari berbagai negara yang bergabung dalam GSF sebelumnya diadang dan ditahan tentara Israel saat hendak memasuki Gaza untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina. Peristiwa ini semakin memicu kecaman dan kemarahan masyarakat internasional terhadap Israel.
Berita Terkait
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Di Sidang PBB, Rusia Tegaskan Israel Tak Lagi Punya Alasan Blokade Pintu Rafah
-
Uni Eropa Desak Israel Hentikan Proyek Permukiman E1, Sebut Sebagai Provokasi Serius
Terpopuler
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog