Matamata.com - Israel menghentikan operasi militernya di Kota Gaza setelah pihak yang bertikai sepakat menjalankan rencana perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagaimana dilaporkan Radio Tentara Israel (Galei Tzahal).
Gerakan Hamas pada Jumat menyatakan kesediaannya menyerahkan pemerintahan Jalur Gaza kepada komite Palestina berbasis konsensus nasional.
Hamas juga menegaskan siap membebaskan seluruh sandera Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, sesuai dengan rencana Trump. Selain itu, Hamas akan berpartisipasi dalam pembahasan mengenai masa depan Gaza dalam kerangka kepemimpinan bersama seluruh rakyat Palestina.
Menanggapi pernyataan tersebut, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa Israel akan memulai tahap pertama rencana Trump yang berfokus pada pembebasan seluruh sandera.
“Setelah melakukan penilaian situasi dan bernegosiasi dengan perwakilan AS, pimpinan politik Israel menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk mengurangi operasi di Gaza seminimal mungkin dan hanya melakukan tindakan defensif,” sebut Galei Tzahal dalam laporannya pada Sabtu dini hari.
Radio militer Israel itu menegaskan bahwa keputusan tersebut secara efektif menandai penghentian operasi militer Israel untuk merebut Gaza.
Berita Terkait
-
Konflik Israel-Hizbullah Memanas, DPR RI Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan 934 WNI di Lebanon
-
Trump Klaim Perang AS-Israel Lawan Iran Segera Berakhir, Puji Peran Pakistan
-
Lebanon Minta Bantuan Pakistan untuk Hentikan Serangan Israel
-
China Tolak Resolusi DK PBB Timur Tengah: Jangan Dukung Agresi Militer Ilegal
-
Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR