Matamata.com - Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, selama sekitar dua jam. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai diplomasi luar negeri hingga program-program pro rakyat.
“Jadi, kami memang minta waktu untuk berbagi pandangan. Sebagai warga negara, kami berdiskusi tentang program-program yang dijalankan oleh beliau selama ini,” kata Jonan seusai bertemu Presiden, Senin (3/11).
Jonan menjelaskan, pertemuan itu diprakarsai oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam rangka berbagi pandangan mengenai sejumlah program pemerintahan yang kini dijalankan Presiden Prabowo bersama kementerian dan lembaga.
Ia menyampaikan apresiasi karena Presiden Prabowo berkenan mendengarkan berbagai masukan dan berdialog terbuka terkait kebijakan strategis, termasuk diplomasi luar negeri, pengembangan BUMN, serta program-program kerakyatan.
“Kami juga berbagi pandangan tentang peran beliau yang sangat aktif dalam diplomasi luar negeri, serta pengembangan BUMN agar lebih berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Direktur Utama PT KAI periode 2009–2014 itu menilai, kiprah Presiden Prabowo dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional dan mendorong partisipasi BUMN untuk kepentingan bangsa patut diapresiasi.
Selain itu, Jonan juga menyoroti sejumlah program pro rakyat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat yang dinilainya memiliki dampak ekonomi berantai.
“Kalau diminta sempurna dari awal mungkin tidak mungkin. Tapi perbaikannya berjalan pelan-pelan, dan mestinya sudah mulai terlihat hasilnya,” ujar Jonan.
Ia menegaskan bahwa diskusi tersebut murni bersifat berbagi pandangan dalam kapasitasnya sebagai warga negara.
“Jadi diskusinya itu saja, tidak ada hal lain,” katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
BOPPJ Percepat Master Plan Perlindungan Pantura Atas Arahan Presiden Prabowo
-
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
DPR Puji Kesepakatan Penghapusan Bea Masuk 1.819 Produk Indonesia ke Amerika Serikat
-
Buka 'Era Keemasan Baru', Prabowo dan Donald Trump Sepakati Perjanjian Dagang Timbal Balik
Terpopuler
-
Gugat Status Tersangka KPK, Yaqut Sebut Pembagian Kuota Haji Berdasarkan Keselamatan Jiwa
-
HNW Dukung OKI Kecam Dubes AS: Pernyataan Mike Huckabee Provokatif dan Ancam Kedaulatan Timur Tengah
-
Awal 2026, Kemnaker Sanksi 12 Perusahaan Pelanggar Aturan TKA dengan Denda Rp4,4 Miliar
-
BOPPJ Percepat Master Plan Perlindungan Pantura Atas Arahan Presiden Prabowo
-
Kritik Fenomena AI, PKB: Cari Orang Cerdas Itu Mudah, Cari yang Beradab Itu Sulit
Terkini
-
Gugat Status Tersangka KPK, Yaqut Sebut Pembagian Kuota Haji Berdasarkan Keselamatan Jiwa
-
HNW Dukung OKI Kecam Dubes AS: Pernyataan Mike Huckabee Provokatif dan Ancam Kedaulatan Timur Tengah
-
Awal 2026, Kemnaker Sanksi 12 Perusahaan Pelanggar Aturan TKA dengan Denda Rp4,4 Miliar
-
BOPPJ Percepat Master Plan Perlindungan Pantura Atas Arahan Presiden Prabowo
-
Kritik Fenomena AI, PKB: Cari Orang Cerdas Itu Mudah, Cari yang Beradab Itu Sulit