Matamata.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago terkait pentingnya memperbanyak konten berkualitas, salah satunya melalui penguatan literasi publik.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, Djamari menilai masih minim konten edukatif dan sejarah yang dapat dijangkau oleh anak-anak maupun generasi muda saat berdiskusi dengan jajaran PWI Pusat pada Jumat (21/11).
“Kita kurang memiliki konten edukatif yang bisa diakses anak-anak, termasuk sejarah,” katanya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk menggerakkan kementerian serta lembaga terkait agar memproduksi film pendek maupun film panjang yang dapat meningkatkan literasi masyarakat.
Tak hanya itu, Djamari berharap koordinasi antara pemerintah dan organisasi profesi seperti PWI dapat diperkuat guna meningkatkan literasi dan pendidikan publik melalui konten yang relevan serta bermutu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir menyatakan dukungan penuh.
"PWI concern bagaimana informasi yang dikonsumsi masyarakat adalah informasi berkualitas, yang mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat," katanya.
Direktur Utama LKBN Antara itu juga menegaskan bahwa sejak berdiri tahun 1946, PWI memiliki sejarah panjang dengan semangat perjuangan dalam memberikan kontribusi bagi bangsa.
Dengan nilai perjuangan tersebut, PWI mendorong adanya kolaborasi serta sinergi dengan Kementerian Polkam untuk memperkuat pertahanan dan ketahanan nasional, terutama dalam menghadapi disrupsi informasi yang berkembang di masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
Said Iqbal Dijadwalkan Hadiri Musyawarah SP Antara Bahas Tantangan Pekerja Media
-
Profit Naik 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Maksimalkan Produk dan Layanan Baru, Jaga Fundamental Keuangan
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Anggota DPR Ajak Gen Z Jaga Persatuan di Era Digital
-
Hadapi Disrupsi Digital, Jateng Media Summit 2026 Rumuskan Peta Jalan Baru Media Lokal
-
Kemkomdigi Kaji Aturan Wajib Registrasi Akun Media Sosial Menggunakan Nomor Ponsel
Terpopuler
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
JPU Tak Dapat Hadirkan 14 Saksi di PN Jakbar, Terdakwa Reinhart Muljadi dan Tim Kuasa Hukum Kecewa
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
Terkini
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
-
Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan
-
Istri Mantan Menag Yaqut Apresiasi Langkah KPK Kabulkan Pembantaran Penahanan
-
Menteri ESDM Cari Solusi Kenaikan Harga Gas Industri demi Cegah PHK Massal