Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menilai terobosan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sebagai sejarah baru di sektor pertanian Indonesia.
Kebijakan ini dinilai luar biasa karena harga turun signifikan tanpa menambah beban anggaran negara.
"Baru pertama kali terjadi selama pemerintahan Republik Indonesia, harga pupuk bersubsidi turun. Turunnya tidak sedikit, mencapai 20 persen," ujar Zulhas usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Jakarta, Senin (12/1).
Zulhas memberikan apresiasi tinggi kepada Mentan Amran Sulaiman dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) atas reformasi tata kelola yang dilakukan. Ia menyebut langkah ini sebagai kabar gembira yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Menurut Zulhas, penurunan harga ini merupakan hasil dari pembenahan sistem dan regulasi yang lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Sebagai contoh, harga pupuk Urea bersubsidi kemasan 50 kilogram yang sebelumnya Rp112.500, kini turun menjadi sekitar Rp90.000. Penurunan ini berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.
"Pemerintah tetap mempertahankan besaran subsidi, namun sistemnya diubah dari cost plus menjadi market to market. Dengan efisiensi ini, harga bisa turun tanpa membebani APBN," jelasnya.
Selain penurunan harga, reformasi kebijakan ini diproyeksikan mampu mendorong pembangunan hingga tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan. Zulhas optimistis perubahan skema ini akan meningkatkan daya saing industri pupuk nasional.
"Kalau cara membangunnya seperti ini, Indonesia akan maju. Harga pupuk turun, petani untung, dan industri pupuk bisa berkembang," tegas Zulhas.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk merevitalisasi sektor pupuk. Penurunan harga secara resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025.
"Ini adalah tonggak sejarah. Presiden memerintahkan agar pupuk sampai ke petani dengan harga terjangkau. Kami menindaklanjuti dengan memangkas rantai distribusi dan merevitalisasi industri, sehingga harga bisa turun 20 persen tanpa menambah subsidi APBN," pungkas Amran.
Tag
Berita Terkait
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
-
Dasco Puji Langkah Mentan Geser Anggaran untuk Pemulihan Bencana di Sumatra
-
Mentan Amran Ancam Pecat Pejabat yang Berani "Main" dengan Bantuan Pertanian
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Presiden Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Evaluasi Progres Program Strategis Nasional
Terpopuler
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Imbas Kericuhan Lawan Ratchaburi, Persib Tutup Sementara Tribun Selatan GBLA
-
Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
Terkini
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
Imbas Kericuhan Lawan Ratchaburi, Persib Tutup Sementara Tribun Selatan GBLA
-
Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
-
Bulog Pastikan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Disalurkan Mulai Pekan Depan