Matamata.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 35 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap 1 selesai pada akhir Januari 2026. Program strategis ini diprioritaskan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui integrasi pasokan ikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Tim Koordinasi Pelaksana Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan telah melampaui 80 persen. Seluruh lokasi pada tahap pertama ditargetkan tuntas akhir bulan ini, kecuali beberapa titik terdampak bencana yang diberi tenggat hingga Februari 2026.
"Harapannya, di semua lokasi cold storage (gudang beku) bisa menjadi pemasok protein ikan untuk mendukung program MBG Pak Presiden," ujar Trian dalam keterangan resmi yang diterima di Abu Dhabi, Senin (12/1).
Trian mencontohkan keberhasilan di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Di sana, fasilitas KNMP seperti mobil pendingin sudah mulai dimanfaatkan untuk mendukung pengiriman ikan ekspor ke Arab Saudi, sementara infrastruktur gudang beku juga telah beroperasi penuh.
Selain sebagai pusat logistik protein, KNMP dirancang untuk memperkuat ekonomi pesisir dengan menghubungkan hasil tangkapan nelayan ke sektor wisata dan industri kuliner lokal. KKP juga tengah menyiapkan sistem offtaker guna menjamin kepastian harga dan penyerapan hasil tangkapan nelayan secara berkelanjutan.
"Proses selanjutnya adalah penguatan kelembagaan. Masyarakat di Kampung Nelayan Merah Putih akan didorong menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih yang nantinya mengoperasionalkan fasilitas tersebut," tambah Trian.
Sebagai program pemberdayaan masyarakat pesisir, KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyediakan infrastruktur krusial. Fasilitas yang disediakan meliputi dermaga, jalan, drainase, penerangan listrik, hingga pabrik es, bengkel nelayan, kios logistik, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas hidup nelayan, tetapi juga memastikan distribusi protein ikan berjalan efisien dari hulu ke hilir untuk mendukung generasi sehat melalui program MBG. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kejar Target 372 Unit Layanan Gizi di Kaltim, BGN Bakal Serap 18.600 Tenaga Kerja Lokal
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Sekolah Elit Tolak Makan Siang Gratis? BGN: Tidak Masalah, Alihkan ke yang Lebih Membutuhkan!
-
Kritik 'Ekonomi Serakah', Presiden Prabowo Paparkan Visi Transformasi RI di Davos
-
Mentan Pastikan Stok Telur Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ramadhan
Terpopuler
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog
-
Banggar DPR Dorong Pimpinan Baru OJK Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026 di SICC, Ribuan Pejabat Daerah Berkumpul
-
Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Jangan Korupsi, 141 Ribu Rusun Subsidi Mulai Dibangun di Meikarta
Terkini
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog
-
Banggar DPR Dorong Pimpinan Baru OJK Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal
-
RI Protes Keras Serangan Israel di Gaza, Tempuh Jalur Diplomasi Lewat Board of Peace
-
Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026 di SICC, Ribuan Pejabat Daerah Berkumpul
-
Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Jangan Korupsi, 141 Ribu Rusun Subsidi Mulai Dibangun di Meikarta