Matamata.com - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa pembahasan mengenai persetujuan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2026 sudah selesai. Menurutnya, fokus DPR saat ini bukan lagi memperdebatkan nilai anggaran, melainkan mengawasi pelaksanaannya di lapangan.
Pernyataan ini merespons adanya sejumlah anggota DPR yang kembali mempersoalkan alokasi anggaran MBG. Habiburokhman memastikan bahwa anggaran tersebut telah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR RI, baik untuk tahun anggaran 2025 maupun 2026.
"Sebagaimana yang tertuang dalam APBN, seluruh fraksi sudah bulat (setuju)," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Politikus Partai Gerindra ini juga mengingatkan rekan sejawatnya bahwa nilai seorang politisi terletak pada keberpihakan kepada rakyat kecil dan konsistensi sikap. Ia meminta agar tidak ada pihak yang bersuara hanya demi kepentingan popularitas sesaat.
"Jangan sampai sikap dan ucapan timbul karena nafsu cari panggung," tegasnya.
Menanggapi kritik mengenai masuknya MBG ke dalam pos anggaran pendidikan, Habiburokhman menjelaskan bahwa secara faktual hal itu memiliki landasan kuat. Ia beralasan, penerima manfaat MBG adalah para siswa yang merupakan elemen terpenting dalam sistem pendidikan nasional.
Lebih lanjut, ia menjamin tidak ada alokasi anggaran krusial yang dihapus demi MBG. Langkah yang diambil pemerintah dan DPR justru memangkas kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak efisien dan rawan dikorupsi di sektor terkait.
"MBG adalah program terbaik dan sangat berguna untuk masa depan anak-anak kita. Sekarang tinggal kita awasi agar tidak ada penyimpangan," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Menko Pangan: Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 61,2 Juta Orang per Februari 2026
-
Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara 49 Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis
-
DPR Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Kurangi Anggaran Infrastruktur Pendidikan
-
Badan Gizi Nasional Klarifikasi Alokasi Dana MBG Rp500 Juta Per 12 Hari Per Satuan Pelayanan
-
DPR Sebut Narasi Pemisahan Makan Bergizi Gratis dan Anggaran Pendidikan Menyesatkan
Terpopuler
-
Kunjungi Rancaekek, Wapres Gibran Ingatkan Etika dan Nalar Kritis dalam Penggunaan AI
-
Prabowo-Gibran Jamu Tokoh Bangsa dan Pemimpin Lintas Generasi di Istana Merdeka
-
Menko Pangan: Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 61,2 Juta Orang per Februari 2026
-
Dampak Perang Iran-Israel: Kemenhaj Minta Relaksasi Tiket Garuda dan Hotel Saudi untuk Jemaah Umrah
-
Konflik Iran-Israel Memanas: Prabowo Subianto Telepon Pemimpin Teluk dan Tunggu Jadwal MBS
Terkini
-
Kunjungi Rancaekek, Wapres Gibran Ingatkan Etika dan Nalar Kritis dalam Penggunaan AI
-
Prabowo-Gibran Jamu Tokoh Bangsa dan Pemimpin Lintas Generasi di Istana Merdeka
-
Menko Pangan: Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 61,2 Juta Orang per Februari 2026
-
Dampak Perang Iran-Israel: Kemenhaj Minta Relaksasi Tiket Garuda dan Hotel Saudi untuk Jemaah Umrah
-
Konflik Iran-Israel Memanas: Prabowo Subianto Telepon Pemimpin Teluk dan Tunggu Jadwal MBS