Matamata.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meyakini keberadaan Sekolah Rakyat (SR) berbasis asrama menjadi instrumen paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan di wilayahnya.
"Kita ingin meng-update lebih banyak tentang pengelolaan Sekolah Rakyat berbasis asrama agar pelaksanaannya berjalan optimal. Ini adalah harapan untuk mendorong potensi-potensi anak bangsa yang brilian dan berlian," ujar Khofifah saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) tenaga kependidikan SR se-Jawa Timur di BPSDM Jatim, Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, yakni 26 sekolah dengan total 2.249 siswa. Jumlah tersebut mencakup 98 rombongan belajar (rombel) dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Khofifah menjelaskan, Bimtek ini merupakan langkah proaktif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama. Menurutnya, kualitas pengelolaan institusi pendidikan harus selaras dengan dinamika sosial yang beragam di lapangan.
Ia mencontohkan prestasi membanggakan siswa SR asal Jatim yang mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian 166 SR se-Indonesia beberapa waktu lalu.
"Kemampuan baris-berbaris dan pidato dalam berbagai bahasa, seperti Arab dan Jepang, yang ditampilkan siswa kita sebenarnya di atas ekspektasi. Di SR ini banyak anak yang luar biasa, namun terkadang tidak tampak sebelum diberi ruang. Mereka adalah 'Brilian dan Berlian' Jatim," tegasnya.
Selain prestasi, Gubernur juga mengingatkan para pendidik untuk peka terhadap proses adaptasi siswa yang memiliki latar belakang keluarga beragam. Ia menekankan pentingnya solusi cepat dalam menangani persoalan sosial di lingkungan sekolah melalui sinergi lintas instansi.
"Jika ada masalah, tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai pelaporan harus ke Kemensos karena terlalu jauh. Cari solusi cepat dengan koordinasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Wali Kota atau Bupati di daerah masing-masing," pungkas Khofifah. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Terima Apindo di Hambalang, Presiden Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Padat Karya
-
Berbeda dari Trah Soekarno Lainnya, Didi Mahardhika Ungkap Alasan Setia di Sisi Prabowo
-
Kepuasan Publik Tembus 79,9 Persen, Mensesneg: Fokus Kami Bukan Kejar Hasil Survei
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana, Evaluasi Kinerja dan Persiapan Agenda Nasional
-
Indikator Politik: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Capai 79,9 Persen
Terpopuler
-
KPK Buru Importir Pengguna Jasa Blueray Cargo dalam Skandal Suap Barang KW
-
Terima Apindo di Hambalang, Presiden Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Padat Karya
-
Paspampres Pastikan Pelaku Penganiayaan Ojol di Kembangan Bukan Anggotanya
-
Berbeda dari Trah Soekarno Lainnya, Didi Mahardhika Ungkap Alasan Setia di Sisi Prabowo
-
Incar Solusi Pangan, Pupuk Indonesia Siapkan Dana Inovasi Rp2 Miliar bagi Peneliti dan Startup
Terkini
-
KPK Buru Importir Pengguna Jasa Blueray Cargo dalam Skandal Suap Barang KW
-
Terima Apindo di Hambalang, Presiden Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Padat Karya
-
Paspampres Pastikan Pelaku Penganiayaan Ojol di Kembangan Bukan Anggotanya
-
Berbeda dari Trah Soekarno Lainnya, Didi Mahardhika Ungkap Alasan Setia di Sisi Prabowo
-
Incar Solusi Pangan, Pupuk Indonesia Siapkan Dana Inovasi Rp2 Miliar bagi Peneliti dan Startup