Matamata.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Uni Eropa (UE) tidak akan ragu menggunakan mekanisme perdagangan anti-paksaan jika Amerika Serikat menindaklanjuti ancaman tarif terkait sengketa wilayah Greenland. Hal tersebut disampaikan Macron dalam forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Selasa (21/1).
Macron menegaskan bahwa instrumen anti-koersi merupakan alat pertahanan ekonomi yang ampuh di tengah ketidakpastian global saat ini. Ia menyebut Uni Eropa kemungkinan besar akan mengaktifkan mekanisme tersebut untuk pertama kalinya demi melawan intimidasi ekonomi dari negara ketiga.
"Kita bisa berada dalam situasi di mana kita harus menggunakan mekanisme anti-paksaan untuk pertama kalinya terhadap Amerika Serikat jika mereka mengenakan tarif tambahan. Bisakah Anda bayangkan itu? Ini gila," ujar Macron di hadapan peserta forum.
Ketegangan ini bermula dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang-barang dari sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan negara-negara Nordik.
Tarif tersebut direncanakan naik menjadi 25 persen pada Juni mendatang, kecuali terdapat kesepakatan terkait "pembelian Greenland secara lengkap dan total" oleh Washington.
Menanggapi hal tersebut, para pemimpin Eropa secara tegas menolak ancaman tersebut dan menyatakan solidaritas penuh terhadap Denmark sebagai pemilik kedaulatan atas Greenland. Macron menilai penggunaan tarif sebagai alat tawar-menawar terhadap kedaulatan teritorial adalah tindakan yang secara mendasar tidak dapat diterima.
"Eropa harus tetap tenang namun tegas. Kita harus melindungi diri dari agresivitas dan ketidakpastian yang tidak berguna," tambah Macron.
Ia juga memperingatkan bahwa perang dagang dan proteksionisme hanya akan menghasilkan kerugian bagi semua pihak.
Mekanisme anti-koersi sendiri telah diadopsi Uni Eropa sejak 2023. Instrumen ini memberikan wewenang bagi blok tersebut untuk melakukan pembalasan (retaliasi) terhadap negara mana pun yang menggunakan pembatasan perdagangan atau investasi sebagai alat tekanan politik terhadap negara anggota UE. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Trump Prediksi Operasi Militer AS di Iran Berlangsung Empat Pekan
-
Bahlil Lahadalia Sebut Harga LPG dari Amerika Serikat Lebih Murah dan Kompetitif
-
Konflik Iran: China dan Rusia Desak DK PBB Hentikan Serangan Militer AS-Israel
-
Survei Gallup: 57 Persen Warga Amerika Serikat Dukung Kemerdekaan Palestina
-
Rusia Hormati Langkah Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Meski Pilih Absen
Terpopuler
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Kesepakatan Prabowo-Trump: 53 Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif Masuk ke AS
-
Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa, Tegaskan RI Siaga Hadapi Eskalasi Timur Tengah
-
Menkeu Purbaya: APBN 2026 Masih Tangguh Hadapi Dampak Krisis Global
-
3 Komika Bakal Kocok Perut di Film 'Warung Pocong', Begini Kisahnya
Terkini
-
Kesepakatan Prabowo-Trump: 53 Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif Masuk ke AS
-
Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa, Tegaskan RI Siaga Hadapi Eskalasi Timur Tengah
-
Menkeu Purbaya: APBN 2026 Masih Tangguh Hadapi Dampak Krisis Global
-
Dubes Malaysia Sambut Tawaran Presiden Prabowo Mediasi Konflik AS-Israel dan Iran
-
Presiden Prabowo Undang Para Mantan Kepala Negara ke Istana Malam Ini, Jokowi Pastikan Hadir