Matamata.com - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) untuk bertransformasi menjadi pusat distribusi produk lokal.
Salah satunya adalah Koppontren Al-Kautsar Al-Akbar di Medan yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga dan pesantren di sekitarnya.
Dalam kunjungan kerjanya ke Koperasi Sekunder Bisnis Pesantren (KSBP) Al-Kautsar Al-Akbar, Jumat (30/1/2026), Farida mengapresiasi kemampuan pesantren dalam menyerap hasil bumi dan produk olahan warga sekitar.
Sejumlah produk unggulan yang telah dipasarkan meliputi beras, bawang merah, minyak goreng, hingga air minum dalam kemasan.
“Saya sangat senang karena produk yang dijual di sini merupakan hasil menanam sendiri dan mampu memberdayakan ekosistem pesantren,” ujar Farida dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (31/1).
Farida menyarankan agar pengurus Koppontren Al-Kautsar Al-Akbar melakukan studi banding atau belajar dari koperasi pesantren lain yang telah sukses berperan sebagai distributor besar.
Selain penguatan pasar lokal, Koppontren Al-Kautsar Al-Akbar juga berkontribusi nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koperasi ini menjadi pemasok utama kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Kautsar Al-Akbar yang melayani 3.650 penerima manfaat.
Lebih lanjut, Wamenkop mendorong agar produk-produk hasil koperasi pesantren merambah jaringan yang lebih luas melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
“Produk-produk koperasi pesantren ini dapat disalurkan ke seluruh jaringan Kopdes Merah Putih, dimulai dari wilayah Sumatera Utara sebelum nantinya kita perluas ke tingkat nasional,” pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Menteri UMKM Berikan Relaksasi KUR dan Bunga 0 Persen untuk Pelaku Usaha Terdampak Bencana di Sumatera
-
Bahlil Lahadalia: Pesantren Adalah Benteng Nasionalisme dan IPTEK
-
Menteri UMKM Ungkap Penyaluran Kredit Perbankan ke UMKM Baru Mencapai 19,4 Persen
-
BGN Minta SPPG Putus Kerja Sama dengan Mitra yang 'Mark-up' Bahan Baku MBG
-
Kemenag Siapkan Pembentukan Ditjen Pesantren, Fokus Urus 42 Ribu Lembaga
Terpopuler
-
Ruri 'Repvblik' bersama 80Proof Ultra, Gelar Santunan Anak Yatim di Tangerang
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
Terkini
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
-
Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer