Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan ketahanan pangan nasional tetap stabil meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas. Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki ketergantungan impor bahan pangan pokok dari kawasan tersebut.
"Tidak ada pangan yang bergantung kepada Timur Tengah. Komoditas yang belum bisa kita penuhi sendiri seperti gandum dan kedelai itu berasal dari Eropa dan Amerika. Jadi, stabilitas pangan kita aman," ujar Zulhas usai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (28/3).
Zulhas meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai dampak perang terhadap ketersediaan stok di pasar. Ia mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), mengingat proses pengadaan pangan dalam negeri terkendali.
Menurutnya, kebijakan swasembada yang diperkuat pemerintah sejak dini menjadi kunci kemandirian pangan saat ini. Indonesia diklaim mampu mengantisipasi potensi krisis global lebih awal.
"Tahun lalu beras kita surplus sekitar 4 juta ton, dan tahun ini saya proyeksikan angka yang sama. Insya Allah, stok beras aman sampai tahun depan. Jagung, daging ayam, telur, hingga sayur-sayuran juga tercukupi karena kita produksi sendiri," tegasnya.
Dalam tinjauan tersebut, Zulhas juga menerima keluhan dari pedagang terkait lonjakan harga plastik kemasan. Gemi (58), salah satu pedagang di Pasar Minggu, mengungkapkan harga plastik naik sekitar Rp6.000 per kemasan sejak periode Lebaran lalu.
Merespons hal itu, Zulhas mengakui bahwa kenaikan harga plastik merupakan isu nasional yang dipicu oleh melambungnya harga biji plastik dunia. Hal ini terjadi karena plastik merupakan produk turunan minyak bumi yang harganya sangat sensitif terhadap fluktuasi global.
"Kami akan membahas masalah ini secara khusus. Pemerintah akan mengundang pihak-pihak terkait untuk mendalami penyebab pasti kenaikan harga biji plastik ini dan mencari solusinya," pungkas Zulhas. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Pengembangan Industri Perunggasan Nasional
-
Prabowo Tuntaskan KTT ASEAN, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Energi
-
AS Tetapkan Iran sebagai Ancaman Terbesar di Timur Tengah dalam Strategi Kontraterorisme Terbaru
-
Stok Beras Aman, Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah Petani per Mei 2026
-
TNI AD Kolaborasi dengan Kemenko Pangan, Ini 3 Fokus Utama Pengelolaan Sampah
Terpopuler
-
Festival Raksha Loka, Ketika Akar Rumput Menjadi Solusi Krisis Iklim Global
-
Erick Thohir Buka Suara Soal Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
-
Rupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Isu PHK Dalam Negeri
-
Puan Ingatkan Pemerintah: Jangan Biarkan Indonesia Jadi Markas Sindikat Judi Online
-
Kenalkan Diego, Sapi 1 Ton asal Temanggung yang Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban
Terkini
-
Festival Raksha Loka, Ketika Akar Rumput Menjadi Solusi Krisis Iklim Global
-
Erick Thohir Buka Suara Soal Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
-
Rupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Isu PHK Dalam Negeri
-
Puan Ingatkan Pemerintah: Jangan Biarkan Indonesia Jadi Markas Sindikat Judi Online
-
Kenalkan Diego, Sapi 1 Ton asal Temanggung yang Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban