Matamata.com - PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia berjalan optimal. Selain menjaga pasokan, perusahaan juga menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM, baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa langkah ini diambil melalui penguatan koordinasi dengan pemasok serta optimalisasi sistem distribusi.
"Kami terus melakukan upaya maksimal dalam menghadapi dinamika yang ada. Prioritas kami adalah keandalan layanan dan kesinambungan distribusi energi nasional," ujar Roberth dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Roberth menekankan bahwa Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan kebijakan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM saat ini. Hal ini berlaku bagi produk subsidi seperti Pertalite dan Solar, maupun produk nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series.
"Selain menjaga harga tetap stabil, kami melakukan negosiasi strategis dengan supplier untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat," tambahnya.
Di sisi lain, Pertamina mengajak masyarakat untuk mulai membudayakan perilaku hemat energi, baik dalam skala pribadi maupun institusi. Penggunaan energi yang bertanggung jawab dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami harap masyarakat tidak terpicu melakukan aksi borong atau panic buying. Partisipasi warga dalam mengonsumsi BBM secara wajar akan sangat membantu kelancaran distribusi di lapangan," jelas Roberth.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Pertamina optimistis ketersediaan energi nasional dapat terus terjaga demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menteri Rosan: Investasi Jadi Motor Resiliensi Nasional
-
Realisasi APBN Kuartal I 2026: Pendapatan Negara Rp574,9 T, Defisit 0,93 Persen terhadap PDB
-
Menkeu Purbaya: Indonesia Masuk 'Survival Mode', Tak Ada Lagi Ruang Inefisiensi
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
-
Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan
Terpopuler
-
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Bikin Penonton Jogja Menangis Haru
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Pemeriksaan Terdakwa Kasus Chromebook Jelang Operasi
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Operasional 1.000 Kopdes Merah Putih pada 16 Mei
-
Rocky Gerung hingga Rudiantara Pantau Sidang Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim
-
Kemenkes: WNA di Jakarta yang Berkontak Erat dengan Pasien Hantavirus Dinyatakan Negatif
Terkini
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Pemeriksaan Terdakwa Kasus Chromebook Jelang Operasi
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Operasional 1.000 Kopdes Merah Putih pada 16 Mei
-
Rocky Gerung hingga Rudiantara Pantau Sidang Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim
-
Kemenkes: WNA di Jakarta yang Berkontak Erat dengan Pasien Hantavirus Dinyatakan Negatif
-
KSAL: Awak KRI Canopus-936 Rampungkan Pelatihan 7 Bulan di Eropa