Matamata.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tengah memberikan perhatian serius terhadap proyek pengadaan 25.644 unit sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diambil mengingat sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) merupakan salah satu titik paling rawan praktik korupsi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban.
"Terkait pengadaan itu, KPK menyoroti karena memang pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu area yang rawan terjadinya tindak pidana korupsi," ujar Budi kepada awak media di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Budi menekankan pentingnya analisis kebutuhan dalam proses perencanaan. Ia mempertanyakan apakah spesifikasi kendaraan yang dipesan sudah sesuai dengan kebutuhan di lapangan atau tidak.
"Mulai dari proses awal, perencanaannya apakah sudah dilakukan analisis kebutuhan sehingga berujung kepada spesifikasi yang dibutuhkan? Kemudian, apakah kebutuhan itu merata di semua lokasi atau seperti apa?" lanjutnya.
Terkait isu PT Yasa Artha Trimanunggal selaku pemenang tender yang disebut belum memiliki jaringan dealer yang luas, KPK menyatakan akan membedah proses pemilihan vendor di internal BGN. Menurut Budi, BGN harus mampu mempertanggungjawabkan alasan di balik penunjukan vendor tersebut.
"Dalam konteks pelaksanaan PBJ, tentu harus dilihat mengapa vendor A yang menang. Pasti ada argumentasi dalam proses tersebut yang nantinya harus bisa dipertanggungjawabkan," tegas Budi.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan ini diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah dengan akses transportasi sulit. Tujuannya untuk menjamin kelancaran distribusi program Makan Bergizi Gratis.
Dadan menyebut realisasi saat ini mencapai 21.801 unit dari total target 25.000 unit menggunakan anggaran tahun 2025. Senada dengan itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa alokasi dana sepenuhnya berasal dari tahun anggaran 2025 dan tidak ada pembelian baru pada tahun 2026.
Adapun unit yang tengah menjadi sorotan publik dalam pengadaan ini diduga merupakan sepeda motor listrik tipe Emmo-JVX GT dan Emmo-JVH MAX. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mentan Amran Sulaiman Bongkar Mafia Proyek dan Permainan Benih Kementan Rp3,3 Miliar
-
Dituntut 5 Tahun Bui, Eks Wamenaker Noel: Mending Saya Korupsi Banyak Sekalian
-
BGN Instruksikan SPPG Utamakan Produk Lokal dalam Program MBG
-
Menkeu Jamin Anggaran Alutsista hingga Makan Bergizi Gratis Tak Ganggu APBN
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
Terpopuler
-
Prabowo Minta Menteri Pangkas Birokrasi: Jangan Peras Pengusaha
-
Hyrox Resmi Masuk FIT HUB, Gym Favorit Generasi Muda di Indonesia
-
Puan Sebut Kehadiran Presiden Prabowo di Sidang KEM-PPKF 2027 Jadi Momentum Strategis
-
Kemlu Konfirmasi 9 WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Militer Israel
-
Ini Alasan Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR
Terkini
-
Prabowo Minta Menteri Pangkas Birokrasi: Jangan Peras Pengusaha
-
Puan Sebut Kehadiran Presiden Prabowo di Sidang KEM-PPKF 2027 Jadi Momentum Strategis
-
Kemlu Konfirmasi 9 WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Militer Israel
-
Ini Alasan Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR
-
Kemdiktisaintek Targetkan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Rampung 2028