Matamata.com - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, menegaskan komitmen Kerajaan untuk tetap menahan diri di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Saudi berkomitmen mencegah kawasan tersebut berubah menjadi medan peperangan yang lebih luas.
"Kami ingin menegaskan bahwa dalam menghadapi peristiwa ini, Kerajaan Arab Saudi selalu mengedepankan sikap menahan diri serta berupaya mencegah kawasan berkembang menjadi medan peperangan yang lebih luas," ujar Dubes Faisal dalam pertemuan di kediamannya, Jakarta, Kamis (16/4) malam.
Sikap tegas tersebut diwujudkan dengan kebijakan menutup akses bagi pihak mana pun yang ingin menggunakan kedaulatan Saudi untuk kepentingan militer. Dubes Faisal menekankan bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah darat, perairan, maupun ruang udaranya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
"Kami tidak bersedia dan menolak keras menjadikan teritorial kami, laut kami, maupun angkasa kami, sebagai tempat untuk menyerang Iran," tegasnya.
Meski demikian, Faisal mengungkapkan bahwa upaya diplomatik yang ditempuh Kerajaan selama ini kerap menemui tantangan, terutama mengingat adanya riwayat serangan Iran terhadap negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi.
Namun, ia kembali menggarisbawahi bahwa posisi resmi Kerajaan saat ini adalah bukan bagian dari peperangan tersebut.
Selain isu keamanan, Dubes Faisal juga menyoroti ancaman nyata terhadap stabilitas ekonomi dunia. Menurutnya, konflik di Timur Tengah memiliki dampak domino yang berbahaya terhadap keamanan energi secara global.
"Dampaknya sudah tampak nyata lewat kenaikan harga tiket pesawat, harga BBM, hingga harga energi. Hal ini juga memicu pembengkakan biaya dalam rantai pasok (supply chain) global," pungkas Faisal. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Hampir 90 Hari, Warga Teheran Turun ke Jalan Dukung Pemerintah Iran Lawan AS-Israel
-
Saling Sandera Kesepakatan, Iran Tuntut AS Hentikan Sikap Plinplan dan Tuntutan Berlebihan
-
Trump Tolak Rusia dan China Amankan Pasokan Uranium Iran
Terpopuler
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila
Terkini
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila