Matamata.com - Kementerian Kebudayaan resmi membuka lomba konten video kreatif bertajuk "Aku dan Budayaku". Ajang ini digelar sebagai upaya strategis pemerintah mengajak generasi muda menjadi pelaku sekaligus duta budaya di ruang digital melalui promosi museum dan cagar budaya.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa. Saat ini, tercatat ada 313 cagar budaya peringkat nasional yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
"Kita berharap dengan adanya lomba ini, generasi muda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi kreator dan duta budaya di ruang digital," ujar Fadli Zon di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ketentuan dan Masa Pendaftaran Pendaftaran lomba dibuka mulai 5 Mei hingga 30 Juni 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengakses informasi lengkap serta persyaratan melalui laman resmi lombaakudanbudayaku.com.
Peserta diminta memproduksi video pendek berdurasi maksimal tiga menit menggunakan ponsel. Konten tersebut wajib diunggah ke platform Instagram Reels, TikTok, atau YouTube Shorts. Menariknya, setiap peserta diperbolehkan mengunggah total tiga konten berbeda di masing-masing platform tersebut.
Objek video berfokus pada 20 museum dan 34 situs cagar budaya tingkat nasional, serta berbagai museum atau cagar budaya tingkat kabupaten/provinsi di seluruh Indonesia.
Larangan Penggunaan AI Tim Ahli Menteri Kebudayaan, Mahpudi, menekankan bahwa orisinalitas adalah poin utama. Penyelenggara akan mendiskualifikasi konten yang terdeteksi menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Meski begitu, pihaknya sangat terbuka terhadap konten yang memuat kritik membangun.
"Kami menerima konten video yang memuat kritik membangun demi perbaikan tata kelola budaya ke depan," kata Mahpudi.
Senada dengan itu, Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, berharap karya peserta dapat meningkatkan literasi budaya masyarakat luas.
"Kami ingin tumbuh komunitas-komunitas baru di kalangan anak muda, seperti komunitas jelajah budaya, yang lahir dari kepedulian mereka terhadap warisan bangsa," pungkas Ahmad. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif
-
Kemenekraf Dorong Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global melalui Hilirisasi
-
Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
Terpopuler
-
Kemenbud Gelar Lomba Video 'Aku dan Budayaku', Ajak Anak Muda Jadi Duta Budaya Digital
-
Said Abdullah Usul Ambang Batas Parlemen 6 Persen, Berlaku Hingga Tingkat DPRD
-
DPR RI Pastikan Stok Beras dan Minyakita di Sumut Aman hingga 5 Bulan ke Depan
-
KPK Periksa Staf Ahli Menhub Robby Kurniawan Terkait Kasus Korupsi DJKA
-
Wawako Jakarta Utara Tekankan 5 Kebijakan Strategis Kemendikdasmen di Hardiknas 2026
Terkini
-
Said Abdullah Usul Ambang Batas Parlemen 6 Persen, Berlaku Hingga Tingkat DPRD
-
DPR RI Pastikan Stok Beras dan Minyakita di Sumut Aman hingga 5 Bulan ke Depan
-
KPK Periksa Staf Ahli Menhub Robby Kurniawan Terkait Kasus Korupsi DJKA
-
Wawako Jakarta Utara Tekankan 5 Kebijakan Strategis Kemendikdasmen di Hardiknas 2026
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi