Matamata.com - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah melakukan langkah pencegahan masif dan antisipasi dini agar Indonesia tidak menjadi tempat singgah maupun basis utama bagi sindikat perjudian online (judol) internasional.
Hal ini disampaikan Puan merespons keberhasilan Polri dalam membongkar jaringan judol internasional yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) di Jakarta baru-baru ini. Puan menegaskan, otoritas terkait harus menutup celah sekecil apa pun bagi aktivitas ilegal tersebut.
"Jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin menjadikan Indonesia sebagai tempat singgah maupun tempat utama bagi aktivitas yang terlarang itu. Karena itu, pengetatan atau antisipasi terkait hal tersebut harus dilakukan," tegas Puan di Jakarta, Selasa (12/5).
Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa pemberantasan judi online tidak boleh hanya menjadi aksi sesaat. Menurutnya, penegakan hukum dan pengawasan di lapangan harus dilakukan secara konsisten dan berkala agar ruang gerak sindikat tidak kembali meluas.
"Hal ini penting untuk menjaga jangan sampai masalah ini menjadi semakin luas dan melebar," tambahnya.
Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan penggerebekan besar-besaran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 321 WNA yang diduga kuat terlibat dalam tindak pidana judi daring jaringan internasional.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Wira Satya Triputra, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan buah dari penyelidikan panjang berdasarkan laporan masyarakat. Saat ini, kepolisian terus mendalami keterlibatan pihak lain dan memetakan aliran dana dari jaringan tersebut. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Puan Maharani Pastikan Revisi UU Pemilu Kedepankan Prinsip Jurdil dan Kepentingan Rakyat
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dalami Praktik Jual Beli Kuota Haji Lewat Direktur Marco Tour & Travel
Terpopuler
-
Erick Thohir Buka Suara Soal Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
-
Rupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Isu PHK Dalam Negeri
-
Puan Ingatkan Pemerintah: Jangan Biarkan Indonesia Jadi Markas Sindikat Judi Online
-
Kenalkan Diego, Sapi 1 Ton asal Temanggung yang Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban
-
Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Strategis untuk Monetisasi Karya Kreatif Lokal
Terkini
-
Erick Thohir Buka Suara Soal Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
-
Rupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Isu PHK Dalam Negeri
-
Kenalkan Diego, Sapi 1 Ton asal Temanggung yang Dipilih Presiden Prabowo untuk Kurban
-
Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Strategis untuk Monetisasi Karya Kreatif Lokal
-
Puan Maharani Pastikan Revisi UU Pemilu Kedepankan Prinsip Jurdil dan Kepentingan Rakyat