Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa banyak negara kini meminta bantuan pasokan pupuk dari Indonesia. Permintaan ini melonjak di tengah ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi dan bahan baku pupuk dunia.
"Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan," ujar Prabowo saat kunjungan kerja di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), yang dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menjelaskan, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu penutupan Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut sangat vital bagi logistik dunia karena dilewati oleh sekitar 20 persen pasokan bahan bakar minyak (BBM) global.
Terganggunya jalur ini otomatis memukul produksi pupuk dunia yang mayoritas berbahan baku minyak dan gas bumi, termasuk jenis urea. Di tengah krisis itulah, Indonesia hadir menjadi penyelamat pasokan bagi sejumlah negara.
Presiden mengungkapkan, negara-negara yang telah mengajukan permintaan pasokan pupuk kepada Indonesia di antaranya adalah Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil.
"Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua," tegas Kepala Negara.
Selain pupuk, Prabowo mengklaim bahwa sejumlah negara luar juga mulai mengantre untuk membeli beras dari Indonesia. Menurutnya, ketertarikan negara-negara tersebut tidak lepas dari keberhasilan Indonesia dalam menggenjot sektor pertanian nasional menuju swasembada pangan.
Atas capaian ini, Presiden menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang mengawal sektor pertanian, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
"Terima kasih semua pihak. Untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat karena dia memang anaknya petani," pungkas Prabowo. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Iran Diduga Serang Kapal Kargo Singapura di Selat Hormuz
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani-Nelayan XVII
-
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Targetkan Biaya Logistik Turun
Terpopuler
-
Kisahkan Tragedi Tsunami Aceh! Abidzar hingga Cinta Brian, Ungkap Sinetron 'Lautan Cinta'
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan
-
Italia Tegaskan Tak Terlibat Operasi Militer AS terhadap Iran
-
KPK Limpahkan Berkas Tersangka Terakhir Kasus Suap Bea Cukai ke Jaksa
Terkini
-
Mensesneg Prasetyo Hadi Resmi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan
-
Italia Tegaskan Tak Terlibat Operasi Militer AS terhadap Iran
-
KPK Limpahkan Berkas Tersangka Terakhir Kasus Suap Bea Cukai ke Jaksa
-
Menhut Raja Juli Antoni Luncurkan Nature Finance untuk Konservasi Taman Nasional