Matamata.com - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah mengkaji skema stimulus sebagai langkah mitigasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang mulai berlaku hari ini, Rabu (10/6/2026). Kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut dikhawatirkan dapat memicu efek domino terhadap daya beli masyarakat.
"Sudah didiskusikan (dengan pemerintah), saat ini sedang dilakukan upaya penghitungan apa yang nanti menjadi stimulus atau insentif sektor," kata Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Misbakhun menilai kenaikan harga BBM umumnya akan diikuti oleh peningkatan inflasi. Kendati demikian, Komisi XI belum menghitung secara pasti proyeksi persentase kenaikan inflasi akibat penyesuaian harga terbaru ini.
DPR memberikan perhatian khusus pada kelompok konsumen Pertamax yang posisinya berada di batas atas pengguna Pertalite. Pemerintah dan DPR ingin memastikan bentuk intervensi atau insentif yang paling tepat sasaran bagi kelompok masyarakat tersebut.
"Kita tahu pengguna Pertamax ini adalah masyarakat yang tingkat ekonominya berimpitan dengan pengguna Pertalite. Nah, kita ingin pastikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan sebagai stimulus," ujar Misbakhun.
Berbeda dengan kekhawatiran parlemen, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi nasional akan relatif terbatas.
"(Dampak ke inflasi) Harusnya relatif minim. Karena Pertamax tidak digunakan untuk angkutan barang dan angkutan umum," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Rabu.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penyesuaian mekanisme kuota BBM bersubsidi (Pertalite dan Solar) pasca-kenaikan harga ini, Purbaya enggan berkomentar lebih jauh. Ia menegaskan bahwa wewenang tersebut sepenuhnya berada di tangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan penyesuaian harga untuk produk BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) disesuaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Meski ada kenaikan pada kedua jenis BBM tersebut, Pertamina memastikan harga produk non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan, dengan rincian sebagai berikut:
- Pertamax Turbo (RON 98): Tetap Rp20.750 per liter
- Dexlite (CN 51): Tetap Rp23.000 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Tetap Rp24.800 per liter
Selain itu, harga BBM bersubsidi dan penugasan dipastikan tidak berubah. Berdasarkan kebijakan terbaru, harga Pertalite tetap dipasarkan sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Pertamina juga menjamin seluruh pasokan BBM di jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia dalam kondisi aman. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Menko Cak Imin Minta Masyarakat Tetap Tenang
-
Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik Mulai 10 Juni 2026, Cek Rinciannya
-
Siap-siap! Menkeu Bakal Perketat Efisiensi Anggaran dan Skema Bansos di 2027
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen di 2027
-
Atasi Penumpukan Kontainer Tanjung Priok, Menkeu Purbaya Desak Regulasi Denda Importir
Terpopuler
-
Resmikan RSUD di Lampung, Prabowo: Tidak Boleh Ada Korupsi dalam Pelayanan Rakyat
-
Harga Pertamax Naik Per 10 Juni 2026, Ini Insentif yang Disiapkan Pemerintah
-
Prabowo Targetkan Bangun dan Renovasi 400 RSUD Kabupaten dalam 3 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Menko Cak Imin Minta Masyarakat Tetap Tenang
-
Didampingi Menkes hingga Mayor Teddy, Presiden Prabowo ke Lampung Resmikan RSUD Baru
Terkini
-
Resmikan RSUD di Lampung, Prabowo: Tidak Boleh Ada Korupsi dalam Pelayanan Rakyat
-
Prabowo Targetkan Bangun dan Renovasi 400 RSUD Kabupaten dalam 3 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Menko Cak Imin Minta Masyarakat Tetap Tenang
-
Didampingi Menkes hingga Mayor Teddy, Presiden Prabowo ke Lampung Resmikan RSUD Baru
-
Rupiah Melemah dan IHSG Turun, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Lakukan 3 Langkah Ini