Matamata.com - Kabar duka datang dari negeri tetangga, Malaysia. Salim Abdul Majeed, mantan vokalis grup band Iklim yang sempat populer di Indonesia, meninggal dunia pada Minggu (14/10/2018).
Saleem Iklim meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor. Melansir dari Suara.com, Saleem menghembuskan napas terakhir di ruang intensif di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Kuala Lumpur, pukul 6.20 waktu setempat.
Saleem Iklim sempat menjalani perawatan selama 22 hari. Menurut putranya, kondisi Saleem Iklim memburuk sejak Sabtu (13/10/2018).
Jenazah Saleem Iklim renacanya akan dikebumikan di pemakaman Islam Bandar Tun Hussein On Cheras usai salat zuhur. Jenazah disalatkan di Surau As-Syakirin di Bukit Mahkota Cheras.
Kronologi kecelakaan yang dialami Saleem Iklim
Dikutip Suara.com dari Mymetro, kecelakaan terjadi di Lebuhraya Grand Saga KM 16 pada pukul 15.20 waktu setempat. Saleem Iklim mengendarai motor dari arah Kajang menuju Cheras, motor yang dikendarai Saleem Iklim menabrak mobil dari belakang.
Saat itu mobil hendak belok ke kiri memasuki kantor Grand Saga. Dalam waktu bersamaan motor yang dikendarai Saleem Iklim menabrak bagian kiri mobil dari arah belakang.
Tabrakan itu membuat tubuh Saleem Iklim terpental dan jatuh. Ia pun mengalami luka yang cukup parah. 12 tulang rusuknya patah dan prunya tertusuk. Otak Saleem juga mengalami pembengkakan.
Saleem Iklim dilarikan ke rumah sakit Kajang dalam keadaan koma. Lalu dipindahakn ke PPUKM untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Pada Sabtu (13/10/2018) kondisi Saleem Iklim menurun hingga akhirnya ia pergi untuk selamanya di usia 57 tahun. Saleem Iklim sendiri dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 1990-an sebagai vokalis band Iklim yang populer dengan lagunya berjudul Suci Dalam Debu.
Kabar Saleem Iklim meninggal ini tentu saja memukul para penggemar yang ada di Indonesia. Selamat jalan Saleem Iklim.
Terpopuler
-
Mensos: Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Siap Luluskan 453 Siswa Tahun Ini
-
Revitalisasi Sekolah 2026: Mendikdasmen Kucurkan Rp2,6 Triliun dan Gandeng Starlink
-
Menteri LH Dorong PSEL Palembang Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
-
Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo