Matamata.com - Tak ada orangtua yang mau anaknya dihina oleh orang lain, terlebih lagi oleh orang yang tidak dikenal. Perasaan ini pernah dirasakan oleh Ussy Sulistiawaty dan Denada.
Anak semata wayang Denada yang bernama Shakira Aurum pernah mendapatkan komentar negatif dari seorang netizen. Tak hanya melakukan penghinaan, netizen tersebut bahkan menantang Denada untuk melaporkan kelakuannya kepada pihak bewajib.
Menjawab tantangan, Denada pun melaporkan netizen yang menghina anaknya tersebut kepada pihak berwajib. Meski akun yang menghina anaknya sudah dinonaktifkan, Denada maju terus.
''Ya, ya saya baca juga, ya. Kalau dia merasa dia itu hebat, dia merasa dia itu kebal hukum, seharusnya tidak harus menghapus akunnya yang dulu. Itu, kan? Terang-terangan saja,'' kata Denada, usai melapor di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada 14 Februari 2018 lalu, seperti dikutip dari Suara.com.
Denada sudah benar-benar menyerahkan proses pencarian tersangka kepada pihak kepolisian. Ia tak peduli jika akun yang menghina anaknya sudah hilang, tapi Denada tahu pasti jika pelaku akan segera tertangkap.
''Sekarang menguber dia lagi itu bukan Dena, tapi adalah pihak kepolisian yang menerima laporan kami,'' imbuh Denada.
''Apa yang dia katakan, dia sudah tidak lagi berhadapan dengan kami tapi dengan hukum. Dalam hal ini adalah pihak penyidik kepolisian Polda Metro Jaya, yang sudah menerima laporan kami,'' imbuh Denada.
Terlapor terancam dikenakan pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 3 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.
Kembali lagi, semua ini berawal dari komen pemilik akun @leza_zulkifly yang mengirimkan sumpah serapah kepada Denada dan akhirnya merembet kepada sang anak Shakira Aurum.
Setelah Denada, ternyata langkah ini diikuti oleh Ussy Sulistiawati.
Diketahui beberapa waktu lalu, Ussy Sulistiawaty bercerita lewat Instagram jika anaknya menjadi korban ujaran kebencian. Netizen melakukan ujaran kebencian pada anak pertama Ussy Sulistiawaty yang bernama Nur Amalia Putri.
Tak terima anaknya mendapatkan penghinaan, Ussy Sulistiawaty pun mengambil langkah hukum untuk melindungi anaknya. Dilansir Matamata.com dari Suara.com, total ada 10 akun Instagram yang dilaporkan oleh Ussy Sulistiawaty.
''Setelah konsultasi dari minggu lalu, hari ini kami sudah mendapatkan beberapa oknum akun IG, yang diduga melakukan pelanggaran UU ITE,'' kata pengacara Ussy Sulistiawaty, Sandy Arifin, usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Selasa (11/12/2018) kemarin.
Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan tentang 10 akun yang dilaporkan oleh Ussy Sulistiawaty. Jika tertangkap, pelaku akan dijatuhi pasal 37 juncto pasal 35 Undang Undang ITE serta pasal 310 dan 311 KUHP.
Ussy Sulistiawaty merasa sedih anaknya menjadi korban ujaran kebencian netizen. Ia bercerita jika sang anak hingga tak mau makan lantaran mendengar adanya kalimat hinaan tersebut.
''Seminggu sebelum kejadian (perundungan), Amel tiba-tiba nggak pernah makan. Aku curiga, kan. Ternyata dia tahu dari temannya kalau dibully. Ternyata dia nggak mau makan biar kurus,'' kata Ussy Sulistiawaty.
Berita Terkait
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
-
Makin Cantik! Ini Alasan Denada Lakukan Operasi Plastik di Bagian Hidung
-
Setelah 10 Tahun Menjadi Ibu Tunggal, Denada Siap Bukakan Hati untuk Pernikahan Lagi
-
Naifah Jadi Juara 'Superstar Junior 2024', Siap Berkarier di Jakarta, Dewan Juri Joshua: Keren Banget
-
Buah Jatuh Gak Jauh dari Pohonnya, Aisha Aurum, Putri Denada Mewarisi Bakat Dance Ibunya, Jadi Penyemangat Kesembuhan
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo