Matamata.com - Pada 2019 ini, si anak setan berwajah merah padam tersebut kembali difilmkan setelah sebelumnya pernah meraih sukses di layar perak lewat dua film berjudul Hellboy (rilis 2004) dan Hellboy II: The Golden Army (rilis 2008).
Hellboy yang secara harafiah diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai anak neraka, merupakan satu cerita horor mengenai sosok iblis.
Kisahnya pertama kali muncul dalam komik fenomenal berjudul sama.
Hellboy versi rilisan 2019 dianggap sebagai reboot atau cerita ulang dan bukan kelanjutan dari film rilisan 2008.
Cerita sendiri bermula ketika Nimue sang Ratu Darah (Milla Jovovich) diserbu oleh Raja Arthur (Mark Stanley) dan para pengikut setianya.
Tubuh Nimue dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam kotak untuk disimpan secara terpisah.
Raja Arthur percaya, Nimue merupakan sosok penyihir dan monster yang dapat membumihanguskan kehidupan di muka bumi. Meski tidak mati, tapi memisahkan setiap bagian tubuhnya dapat membuat dunia lebih aman.
Cerita kembali ke masa kini di mana Hellboy (David Harbour) dan ayahnya, Profesor Broom (Ian McShane) bekerja untuk membasmi monster jahat yang menganggu manusia.
Sampai kemudian Hellboy diberi tugas khusus pergi ke Inggris untuk membasmi tiga raksasa yang kabarnya berkeliaran di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Saat berada di Inggris, Hellboy sadar bahwa tugas tersebut merupakan sebuah jebakan. Di sana ia diserbu oleh kawanan Lord Adam Glaren (Alistair Petrie) yang sudah ratusan tahun membasmi monster seperti Hellboy.
Untungnya, ia diselamatkan oleh Alice Monaghan (Sasha Lane), sang cenayang sekaligus sahabat lama Hellboy.
Untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi sekaligus mencegah terjadinya akhir zaman yang disebabkan dari kebangkitan Nimue sang Ratu Darah, Hellboy, bersama organisasinya memutuskan untuk membasmi monster satu persatu.
Mereka juga dibantu oleh Major Ben Daimo (Daniel Dae Kim), seorang manusia setengah harimau dalam perburuan tersebut.
Akankah mereka berhasil melawan kekuatan jahat Ratu Darah? Dan apakah film reboot ini akan memuaskan penggemar Hellboy versi lama?
Hellboy 2019 disutradarai oleh Neil Marshall dan akan tayang serempak pada 12 April 2019 di seluruh dunia.
Kabar baiknya, penggemar Hellboy di Indonesia dapat menyaksikan film tersebut dua hari lebih cepat, yaitu pada 10 April 2019 ini.
Film sendiri memiliki durasi 2 jam 28 menit. Tapi akibat dari sensor sana-sini pada adegan berdarah-darah, film Hellboy jadi kehilangan beberapa menit di banyak adegan.
Dan cara sensor yang cenderung kasar juga cukup bikin kesal, lho. Tapi kalau kamu tetap penasaran, jangan lupa saksikan Hellboy di bioskop mulai Rabu, 10 April 2019 ini ya. (Risna Halidi)
Berita Terkait
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
-
Garap Film 'Dayak', Ivan Bandhito Ungkap Sejarah Masyarakat Kalimantan
-
Charles Gozali Hadirkan Badut Gendong, Horor-Action Penuh Teror dan Luka yang Menguras Emosi
-
Menbud Fadli Zon Jajaki Kerja Sama Industri Kreatif dan Perfilman dengan Tiongkok
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terpopuler
-
Tawarkan Konsep Menarik, Cantika Davinca Ingin Lagu 'Mencintai Tak Dicintai' Disukai Banyak Orang
-
Rayakan Idul Adha 1447 H, Masjid Al Falaah RBK Gelar Salat Ied hingga Pemotongan Kurban, 1 Sapi dan 4 Ekor Kambing
-
JPU Diduga Lupa Agenda Sidang Kasus Reinhart Muljadi di PN Jakbar, Pengacara Nilai Sarat Kejanggalan
-
Pernah Duduki Posisi Top Chart Tangga Lagu, ASBAK Band Percaya Diri Rilis Lagu 'Izinkan Aku Menjagamu'
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo