Matamata.com - Made Putrawan atau biasa disapa sebagai "Mr Puisi", pemilik museum Rumah Puisi, akhirnya buka suara terkait kepemilikan museum ini, serta pengangkatan Barbie Kumalasari sebagai anak angkat.
Lelaki asal Bali itu mengaku, Rumah Puisi itu dipinjamkannya kepada Galih Ginanjar untuk keperluan syuting.
"Saya 'kan kenal Galih. Ia mau pinjam rumah itu buat syuting, saya pikir ya sudah dari pada rumah kosong kasih saja pinjam. Sudah saja mereka syuting," kata Made Putrawan saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).
Selain itu, Made Putrawan membantah telah mengangkat Barbie Kumalasari sebagai anak angkat.
"Anak angkat yang sering ada di televisi itu sebetulnya mudahlah, nggak mungkin anak angkat setua itu, nggak mungkin," sambung Made Putrawan.
Ia pun mengaku kehadirannya di salah satu program talk show untuk mengklarifikasi mengenai kabar kepemilikan Rumah Puisi, karena banyak yang bertanya sejak kasus "Ikan Asin" ramai dibicarakan di media.
"Yang penting saya klarifikasi bahwa saya bukan bapak angkat kemudian rumah itu sebagai museum Mr Puisi memang saya pribadi pinjamkan kepada Galih," ungkap Made Putrawan.
Suara.com/Ismail
Berita Terkait
-
Dipeluk hingga Dicium, Barbie Kumalasari Disorot usai Kepergok Party Dikelilingi Pria: Ya Allah Gak Takut Digilir?
-
Barbie Kumalasari Dampingi Sunan Kalijaga Jadi Lawyer Korban KDRT, Sisi Lainnya Terungkap di Kolom Komentar
-
Mantan Pacar Jadi Tersangka Kasus Film, Barbie Kumalasari Jadi Batal Menikah
-
Barbie Kumalasari Habiskan Rp100 Juta Selama 1 Bulan Demi Menjadi Miss Party
-
Datang Sebagai Penengah, Barbie Kumalasari Tawarkan Solusi untuk Konflik Dewi Perssik dan Indah Sari
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo