Matamata.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kini digabung dengan Kementerian Pariwisata di kabinet baru Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Kebijakan ini pun mendapat kritik dari sineas sekaligus komika Ernest Prakasa.
Lewat cuitan di akun Twitternya , Ernest menyayangkan keputusan Jokowi tersebut. Bernada satire, dia menyebut Jokowi telah berhasil membuat kejutan.
"Para pelaku industri kreatif rame-rame dukung Jokowi. Hadiahnya: Badan Ekonomi Kreatif pun lenyap. Terimakasih banyak Pak @jokowi buat plot twist-nya," cuit Ernest Prakasa.
Peraih Piala Citra ini berpendapat peleburan praktis membuat pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif tak berjalan maksimal. Sebab kedua sektor tersebut saat ini sama-sama masih memiliki pekerjan rumah yang harus diselesaikan.
"Gini, pariwisata itu potensial tapi belum tergarap dengan baik. Butuh fokus dan anggaran yang besar. Ekraf itu punya 16 sub-sektor, PDB 2018 nya 1,100 trilyun. Digabung? Ya nggak akan maksimal," cuit Ernest.
"Jadi bagaimana mungkin digabungnya dua hal besar tadi, Pariwisata + Ekonomi Kreatif, membuat gue optimis sama keseriusan Pak @jokowi untuk mengembangkan potensi Pariwisata dan juga Ekonomi Kreatif," cuitnya lagi.
Jokowi sendiri menunjuk pendiri NET TV Wishnutama menduduki posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Soal ini, Ernest juga punya pandangan.
"Mas Tama punya track record sebagai orang yang berani bikin terobosan. Tapi kalo kementriannya harus ngurus 2 hal besar sekaligus, pasti bakal berat banget," cuit Ernest Prakasa. (Yazir Farouk)
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum Jokowi Pastikan Hadir dalam Gelar Perkara Khusus Dugaan Ijazah Palsu
-
Lupa Daratan, Uji Nyali Ernest Prakasa Membongkar Ego Seorang Bintang lewat Vino G. Bastian
-
Prabowo Sebut RS Kardiologi Emirates Indonesia Merupakan Gagasan Jokowi
-
Bawa Ijazah Asli, Jokowi Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu
-
Korea Selatan Resmi Beli Hak Remake Film 'Agak Laen', Ini Alasan dan Klarifikasi dari Ernest Prakasa
Terpopuler
-
Tawarkan Konsep Menarik, Cantika Davinca Ingin Lagu 'Mencintai Tak Dicintai' Disukai Banyak Orang
-
Rayakan Idul Adha 1447 H, Masjid Al Falaah RBK Gelar Salat Ied hingga Pemotongan Kurban, 1 Sapi dan 4 Ekor Kambing
-
JPU Diduga Lupa Agenda Sidang Kasus Reinhart Muljadi di PN Jakbar, Pengacara Nilai Sarat Kejanggalan
-
Pernah Duduki Posisi Top Chart Tangga Lagu, ASBAK Band Percaya Diri Rilis Lagu 'Izinkan Aku Menjagamu'
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo