Matamata.com - Kabar meninggalnya Ade Irawan menyisakan duka di dunia hiburan, terlebih untuk keluarga.
Hal ini karena belum lama Ria Irawan meninggal dunia, sang ibu menyusul karena riwayat penyakit yang sudah lama diderita.
Adi Bambang Irawan, anak kedua Ade Irawan menceritakan bagaimana kronologi Ade Irawan menghembuskan napas terakhirnya.
"Dua hari lalu sesak napas, lalu disedot ada cairan di sekitar paru-paru sudah bisa ditangani, kemudian ibu Ade nggak mau lagi treatment itu. Kemudian, ya Innalillah 14.22 WIB di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta," ujar Adi Bambang Irawan.
Sebelum meninggal, Ade Irawan sendiri ingin membacakan puisi di hari ketuju tahlilan Ria Irawan.
Namun hal tersebut tak sempat dilakukan karena keterbatasan Ade Irawan saat itu.
"Di tahlilan Ria, pengen bacain puisi Ria. Emang hobi kan nulis puisi. Waktu ada kejadian apa suka nulis puisi," ujar Adi.
Tak berselang lama pasca Ria meninggal, Adi sendiri mengaku berat kehilangan dua orang yang dicintai dalam waktu yang berdekatan.
"Berat, semuanya pasti bakal dipanggil satu-satu. Kita belum selesai berduka, ibu tercinta dipanggil. Mungkin minta tolong temenin di sana, mungkin Ria udah kasih fasilitas di sana," ujarnya.
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Melayat Almarhum Ryamizard Ryacudu di Gedung Kemhan
-
Presiden Prabowo Melayat Ryamizard Ryacudu di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
-
DPR Desak Kemenkes Investigasi Kematian Dokter Internship di Jambi
-
Kabar Duka, Ayah Presenter Gilang Dirga Meninggal Dunia
-
Unggahan Menyedihkan Richa Novisha, usai Meninggalnya Sang Suami Gary Iskak
Terpopuler
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Kisahkan Tragedi Tsunami Aceh! Abidzar hingga Cinta Brian, Ungkap Sinetron 'Lautan Cinta'
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo