Matamata.com - Kuasa hukum Lucinta Luna, Muhammad Milano mengatakan jika kliennya itu mengonsumsi obat-obatan psikotropika berdasarkan resep dokter.
"Lucinta Luna memang berobat ke dokter. Saya pastikan dia berobat ke dokter. Malah sebelum ditangkap dia mau berobat ke psikiater," ujar Muhammad Milano di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).
"Dia tahu seperti apa obat itu karena dia berobat. Memang obat yang dikonsumsi mengandung psikotropika. Memang dari resep dokter. Hanya dokter yang memberikan itu," sambungnya lagi.
Namun setelah itu, Lucinta Luna memilih membeli obat tersebut tanpa anjuran dari dokter. Dia memesannya dari seorang teman.
"Untuk penangkapan kemarin memang nggak ada. Dia beli sama temennya. Karena dia sangat butuh obat itu, dia sangat stres. Soalnya kan resepnya tidak dia simpan jadi tidak bisa mendapatkannya dengan mudah," tutur Muhammad Milano.
Ditambah, pelantun Bobo Dimana itu tidak pernah punya waktu untuk mengurus pembelian obatnya sendiri.
"Masalahnya dia belum tentu tiap waktu ke dokter. Dia kan sibuk. Jadi beli ke seorang teman," ucap Muhammad Milano.
Seperti diketahui, Lucinta Luna ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap karena penyalahgunaan psikotropika golongan 4, di apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020) dini hari.
Dari situ polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa pil ekstasi. Sedangkan setelah dilakukan pemeriksaan, Lucinta Luna positif menggunakan obat penenang yang mengandung benzo. (Ismail)
Baca Juga
Berita Terkait
-
Wajah Baru Sarwendah setelah Oplas malah Banjir Cibiran: Padahal Cantik Pas Natural
-
Biasa Tampil bak Artis Korea, Lucinta Dandan ala India Begini Hasilnya
-
Kembali Mau Operasi Pita Suara karena Kebelet Mirip Agnez Mo, Lucinta Luna Disebut Punya Nyawa Seribu
-
Iseng, Feni Rose Ngetes Suara Asli Tisya Erni Saat Bernyanyi, Auto Dibandingkan Sama Suara Khodamnya Lucinta Luna
-
Lucinta Luna Mendadak Kangen Hingga Nangis Nyesek, Usai Ngerasa Identitasnya Belum Diterima Sang Kakak
Terpopuler
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih
-
MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel Usai Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
Srikandi Paspampres Unjuk Gigi dalam Upacara Kawal Istana Merdeka Spesial Hari Kartini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo