Matamata.com - Gilang Ramadhan mengungkap ibunya, Salfrida Nasution, meninggal karena menderita penyakit darah tinggi dan ginjal.
Namun, penyakit Salfrida baru diketahui keluarga beberapa bulan terakhir. Selama ini sang bunda tak pernah memberitahu.
"Memang tidak pernah mengutarakan kepada kami. Karena dia merasakan sehat selalu. Lantas sampai harus cuci darah, nah itulah akibatnya menjadi beliau pergi," kata Gilang usai prosesi pemakaman ibunya diTPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).
Menurut Gilang, sang bunda diketahui memiliki penyakit darah tinggi dan ginjal sejak tiga bulan lalu. Sampai sekarang dia masih tak menyangka ibunya pergi secepat ini.
"Karena sebelum-sebelumnya juga masih WA, teleponan masih ada, nitip sesuatu obat segala macam," kata Gilang.
Gilang masih ingat betul kapan kesehatan ibunya sudah benar-benar menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Waktu itu, sang bunda tengah makan bersama keluarga.
"Terus pas ada keluarga makan siang dia merasakan sesak napasnya langsung pingsan dan dibawa ke IGD dari situlah udah nggak bangun-bangun lagi. Singkat cerita seperti itu," katanya.
Salfrida Nasution tutup usia di rumah sakit Mitra Keluarga, Depok Jawa Barat pada hari ini. Jenazah mertua Shahnaz Haque itu sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (Herwanto)
Berita Terkait
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo