Matamata.com - Kabar kurang mengenakkan kini tengah dirasakan oleh asisten Nia Ramadhani, Theresa Wienathan. Ia baru saja terkena tipu ojek online.
Awalnya, There memesan kopi melewati akun ojek online. Namun, sang driver mengaku jika uangnya tidak cukup untuk membayar pesanan.
"Sedikit mau sharing nih guys. AKU ABIS KENA TIPU abang @gojekkindonesia. Jadi berawal aku pesen kopi via go food di @kisaku.co. Abangnya telepon bilang duitnya ga cukup jadi langsung transfer ke tokonya aja,'' ujarnya.
''Terus orang tokonya chat aku untuk lakuin pembayaran, lewat virtual account dan ada kode tertentu,'' imbuh Theresa Wienathan.
Setelahnya, orang yang mengaku pihak restoran menghubunginya lewat pesan singkat.
''Orangnya kirimin aku ini untuk langkah-langkah bayarnya, dan ada kode awalan +055, awalnya agak janggal memang tapi aku coba ikutin dan ga gitu notice. Yang pertama aku transfer nggak pake barcode, dan ini jawabannya, katanya gak masuk, dia minta aku ikutin steps yang dia fotoin dan akupun akhirnya ikutin pake kode awalan 055 itu,'' kisahnya.
Sialnya, uang di ATM Theresa terkuras hingga Rp 5.549.200. Padahal harusnya ia hanya mentransfer Rp 49.200 saja.
''Setelah masukin jumlah transfer, langsung di minta kode pin mbanking aku, tanpa ada konfirmasi jumlah yang akan dikirim lagi, dan abis itu DUARRR!! Alhasil dana dari atm gue ke transfer bukan 49.200 tapi 5.549.200!!! Kode dia bilang 055 itu tipu muslihat,'' curhat Theresa Wienathan.
Ternyata uang Theresa masuk ke account OVO orang. Kini ia lebih memilih untuk pasrah dan ikhlas atas kejadian yang menimpanya.
Menyikapi hal tersebut, pihak Gojek kini buka suara. Ia berjanji akan membantu Asisten Nia Ramadhani untuk mengusut pelaku.
''Kami telah menghubungi Ibu Theresa mengenai kasus tersebut dan siap membantu agar penipu dapat diusut dan ditindak oleh pihak kepolisian. Dengan ini kami juga terus mengingatkan pengguna dan mitra Gojek jangan memberikan kode atau informasi rahasia apapun oleh pihak yang mengaku dari Gojek,'' kata Rosel Lavina, VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek.
Lebih lanjut, pihak Gojek sendiri sangat mengapresiasi langkah Theresia Wienathan yang mengedukasi masyarakat tentang metode penipuan social engineering.
''Kami mengapresiasi Ibu Theresa yang membantu mengedukasi masyarakat tentang metode penipuan yang dikenal dgn "social engineering", atau penipuan dengan mencatut nama perusahaan. Kami juga mengajak segenap masyarakat untuk saling mengingatkan agar jangan memberikan kode apapun kepada siapapun, karena Gojek dan mitra tidak pernah meminta kode apapun lewat cara apapun,'' tutupnya.
Berita Terkait
-
Gojek Pastikan Pemberian BHR 2026 bagi Mitra Pengemudi, Skema Sedang Digodok
-
Kolaborasi SWA dan Gojek: 50 Ribu Buku untuk Anak Mitra Driver, Dukung Akses Pendidikan Setara
-
Bukan Gojek, Aplikasi Ini Bikin Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett Ketahuan Selingkuh
-
Pesan Makanan Pakai Ojol dalam Setahun, Amanda Manopo Hamburkan 253 Juta
-
Setahun Rp250juta, Amanda Manopo Diam-diam Doyan Jajan sampai Syok Lihat Totalan
Terpopuler
-
LPPOM MUI Ingatkan Pemerintah Terapkan Aturan Halal Setara untuk Produk Impor AS
-
Perkuat Likuiditas, Menkeu Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
-
Berikan Teladan, Menag Nasaruddin Umar Laporkan Fasilitas Jet Pribadi OSO ke KPK
-
Kapolri Perintahkan Usut Tuntas Kasus Oknum Brimob Aniaya Anak hingga Tewas
-
Ketua MPR Nilai Usulan Ambang Batas Parlemen 7 Persen Terlalu Memberatkan
Terkini
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo
-
Siapa Rachquel Nesia? Aktris Muda yang Baru Resmi Menikah dengan Kevin Royano