Matamata.com - Dikenal nyentrik dengan gaya rambutnya yang pirang, beredar video menghebohkan Habib Bahar bin Smith kini berambut gundul.
Namun, pria yang tersandung kasus penganiayaan terhadap 2 remaja di pondok pesantrennya ini membantah tegas adanya siksaan yang ia terima.
Hal ini ia utarakan langsung dalam video pendek yang diunggah pengguna Twitter @anaktukanges.
"Saya mulai dari pertama kali di pondok pesantren oleh pihak lapas, kemudian dibawa ke lapas Gunung Sindur, dibawa ke Nusakambangan, mulai saat itu sampai sekarang saya berada dalam keadaan sehat wal afiat. Alhamdulilah. Dan saya diperlukan dengan baik, dengan bagus dan sesuai prosedur," ungkap Habib Bahar bin Smith.
"Semua melakukan sesuai dengan standar yakni tidak ada seperti kabar-kabar di luar sana saya dipukuli, dibonyok-bonyok tidak ada itu," jelas Habib Bahar bin Smith.
Lebih lanjut, Habib Bahar bin Smith juga sempat menyinggung perubahan penampilannya.
"Adapun masalah rambut seseuai dengan SOP di Nusakambangan ini warga binaan baru dipotong rambutnya. Sebagai warga binaan yang taat dan patuh kepada aturan maka saya bersedia rambut saya dipotong. Tanpa ada paksaan dari siapapun, nggak ada yang bisa memaksa saya," kata Habib Bahar bin Smith.
Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith sendiri sempat dinyatakan bebas dalam progam asimilasi sejak 16 Mei 2020. Namun, ia kembali ditangkap karena dinilai melakukan pelanggaran di masa asimilasi yakni menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah provokatif.
Saat ini, progam tersebut telah dicabut dan Habib Bahar bin Smith harus menjalani sisa pidananya dan sanksi lain sesuai ketentuan.
Berita Terkait
Terpopuler
-
Update Arus Lalu Lintas Tol Jakarta-Cikampek: 99.109 Kendaraan Lewati GT Cikatama
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 4 Mei 2026: Potensi Hujan dari Pagi sampai Sore
-
Lumbung Ternak Nasional, Khofifah Sebut Stok Hewan Kurban di Jatim 2026 Surplus Besar
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi
-
Menteri ESDM Pastikan Minyak Mentah Rusia Segera Masuk ke Indonesia
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo