Matamata.com - Dwi Sasono mengaku bahwa dirinya memakai narkotika jenis ganja. Ia mengakui kesalahannya itu.
"Betul saya memakai, saya ketergantungan, saya salah," kata Dwi Sasono di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020).
"Saya bukan orang jahat, saya bukan pengedar, penipu, kriminal. Saya korban, saya ingin sembuh," lanjutnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangan persnya juga menyebut Dwi Sasono sendiri mengaku sudah kecanduan belakangan ini.
Bahkan, pemain sinetron komedi 'Tetangga Masa Gitu' itu rutin mengonsumsi ganja selama sebulan terakhir.
"Hasil pemeriksaan awal yang bersangkutan memang mengakui sebagai pengguna narkotika jenis ganja tersebut. Memang rutin selama hampir sebulan ini," ujar Yusri Yunus.
Atas kasus ini, Dwi Sasono sudah resmi ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Lelaki 40 tahun ini diciduk polisi di kediamannya yang berlokasi di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dia ditangkap karena kepemilikan ganja seberat 16 gram.
Berita Terkait
-
Anya Geraldine Punya Hikmah Usai Bintangi Film 'Mendadak Dangdut', Makin Sayang Orang Tua
-
Film Keluarga Super Irit, Adaptasi Komik Laris Korea Selatan Dibintangi Keluarga Dwi Sasono
-
Biodata dan Agama Dwi Sasono, Pemain Paling Jago di Bahkan Voli
-
4 Karakter Utama di Film Budi Pekerti, Bakal Tayang di Toronto International FIlm Festival
-
Cerita Horor Dwi Sasono yang Debut Jadi Sutradara
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo